SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO — Aksi pembegalan bersenjata tajam terjadi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis 7 Mei 2026 dini hari. Seorang penjual tempe bernama Agustin Setyaningrum, warga Kelurahan Sumbertaman, Kota Probolinggo, menjadi korban perampasan sepeda motor saat hendak berangkat berjualan ke pasar.
Peristiwa itu terjadi di kawasan dekat Taman Corona, tepat setelah tikungan Jalan Muria, Kota Probolinggo. Aksi pelaku bahkan terekam kamera CCTV dan videonya kini beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman CCTV, korban diduga telah dibuntuti oleh dua pelaku yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Saat kondisi jalan sepi, laju kendaraan korban tiba-tiba dipotong oleh pelaku.
Kedua pelaku diketahui membawa senjata tajam jenis celurit panjang atau klewang. Salah satu pelaku kemudian mencoba merebut sepeda motor milik korban.
Korban sempat melakukan perlawanan demi mempertahankan kendaraan dan kunci motornya. Namun situasi berubah mencekam ketika salah satu pelaku mengalungkan celurit ke leher korban sambil mengancam akan menebasnya.
Karena ketakutan, korban akhirnya melepaskan sepeda motornya sambil berteriak meminta pertolongan warga. Mendengar teriakan tersebut, para pelaku langsung melarikan diri membawa motor korban tanpa sempat melukai korban.
Sepeda motor matik milik korban bernomor polisi N 5516 RD beserta dagangan tempe yang hendak dijual di Pasar Baru Kota Probolinggo turut dibawa kabur pelaku.
Suami korban, Lukman, mengatakan istrinya mengalami trauma berat setelah kejadian tersebut.
“Korban sempat mempertahankan motor dan kunci kendaraan, tapi pelaku mengancam menggunakan celurit di leher korban. Akhirnya motor dibawa kabur,” ujar Lukman.
Kasus pembegalan itu telah dilaporkan ke SPKT Polres Probolinggo Kota dan kini ditangani Satreskrim Polres Probolinggo Kota.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Kami juga sudah mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian,” kata Iptu Zainullah.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas pada jam rawan kejahatan, terutama ketika kondisi jalan masih sepi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian sendirian pada dini hari atau saat jalanan sepi. Jika terpaksa keluar rumah, sebaiknya melewati jalan protokol atau jalan utama,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Saifullah |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi