SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Seorang perempuan lanjut usia di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, menjadi korban dugaan penipuan setelah menerima belasan lembar uang mainan yang diserahkan seorang pembeli saat bertransaksi di tokonya.
Korban yang dikenal sebagai Mbah Kawet itu mengalami kerugian sebesar Rp220 ribu. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (1/6/2026) ketika korban melayani seorang pria yang membeli sejumlah barang di toko miliknya.
Cucu korban, Bagus Prayogo, mengatakan neneknya tidak menyadari uang yang diterima bukan uang asli karena bentuknya menyerupai uang pecahan Rp20 ribu yang masih baru.
“Pas saya pulang istirahat ke toko, baru mengetahui kalau itu uang mainan. Namanya juga mbah-mbah, dikira uang baru dari bank,” kata Bagus, Rabu (3/6/2026).
Menurut Bagus, pelaku datang dengan penampilan rapi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Saat itu, pelaku membeli beberapa barang, di antaranya sepatu dan rokok.
Setelah transaksi selesai, pelaku menyerahkan 11 lembar uang yang sekilas tampak seperti uang asli. Korban kemudian menerima uang tersebut tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Belakangan diketahui bahwa uang yang digunakan untuk membayar barang belanjaan itu merupakan uang mainan. Pada bagian tertentu terdapat tulisan kecil yang menunjukkan bahwa uang tersebut bukan alat pembayaran yang sah.
Bagus menduga pelaku sengaja memanfaatkan kondisi korban yang sudah berusia lanjut untuk melancarkan aksinya. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah kembali ke toko pada jam istirahat.
Ia juga menyebut toko milik neneknya sebenarnya telah dilengkapi kamera pengawas. Namun saat kejadian berlangsung, perangkat CCTV dalam kondisi tidak aktif sehingga tidak merekam aktivitas pelaku.
“Kalau CCTV sebenarnya ada, tapi kebetulan saat itu tidak aktif,” ujarnya.
Bagus berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan mengingatkan para pemilik usaha untuk lebih teliti saat menerima pembayaran tunai dari pelanggan.
“Semoga masyarakat lebih waspada supaya tidak ada korban berikutnya,” harapnya.
Terpisah, Kapolsek AKP Eko Darmawan membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan tersebut.
Menurutnya, polisi telah melakukan langkah penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Pihak kepolisian juga memastikan kamera pengawas di lokasi memang tidak berfungsi sejak sekitar dua pekan sebelum kejadian.
“Untuk pelaku masih kami laksanakan penyelidikan,” ujar Eko. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi