SUARA INDONESIA, SUMENEP – BPRS Bhakti Sumekar mengandalkan kekuatan 31 jaringan kantor cabang dan kantor kas untuk memperluas jangkauan program BBS Sekolah sekaligus mendukung optimalisasi layanan BBS Mobile di lingkungan pendidikan.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengungkapkan, jaringan yang dimiliki saat ini menjadi salah satu modal utama dalam mengejar target 90 sekolah pengguna program BBS Sekolah hingga tahun 2026.
Menurutnya, setiap kantor cabang maupun kantor kas didorong aktif melakukan pendampingan dan membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan di wilayah masing-masing. Dengan pola tersebut, perluasan layanan dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Hairil menjelaskan bahwa setiap tahun masing-masing jaringan kantor diharapkan mampu menjalin kerja sama dengan sedikitnya tiga lembaga pendidikan.
Strategi tersebut dinilai efektif untuk mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan perusahaan. "Persentase capaian akan kami sesuaikan dengan data terbaru per bulan, dan kami optimis target 90 sekolah pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana," ujarnya, Kamis (11/06/2026).
Hairil mengungkapkan jumlah jaringan Kantor 31 Cabang dan Kas, harapan masing-masing setiap tahun ada 3 Lembaga.
Selain mengoptimalkan jaringan kantor, BPRS Bhakti Sumekar juga memanfaatkan petugas lapangan untuk melakukan pendampingan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut dilakukan agar sekolah memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat program BBS Sekolah dan penggunaan layanan digital yang tersedia.
Dalam pelaksanaannya, BPRS Bhakti Sumekar tetap mengedepankan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta pihak sekolah.
Edukasi mengenai literasi keuangan syariah juga terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan orang tua terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
Hairil menegaskan, perluasan program tidak hanya difokuskan pada sekolah di wilayah perkotaan atau daratan. Sekolah-sekolah di kepulauan juga menjadi bagian dari target pengembangan layanan.
Meski menghadapi tantangan geografis, khususnya untuk wilayah kepulauan, BPRS Bhakti Sumekar tetap optimistis mampu memperluas jangkauan program. Dukungan jaringan kantor yang tersebar di berbagai wilayah dinilai menjadi keunggulan dalam mempercepat penetrasi layanan.
Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap BBS Sekolah dapat berkembang tidak hanya sebagai layanan perbankan, tetapi juga menjadi media edukasi keuangan yang bermanfaat bagi pelajar.
Ia optimistis target 90 sekolah dapat tercapai sesuai rencana dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi keuangan generasi muda di Kabupaten Sumenep.
"BBS Sekolah bukan sekadar program penghimpunan dana, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun karakter disiplin, kemandirian, dan literasi keuangan generasi masa depan Sumenep," pungkas Hairil. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi