SUARA INDONESIA BANJARNEGARA – Setelah mengalami kerusakan selama sekitar empat bulan, jembatan perintis yang menghubungkan Desa Kincang, Kecamatan Rakit, dengan Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, akhirnya akan segera diperbaiki.
TNI melalui Koramil 15 Rakit turut mengawal dan melakukan pengawasan terhadap proses perbaikan jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Danramil 15 Rakit, Kapten Infanteri Aminudin, mengatakan kerusakan terjadi akibat putusnya salah satu seling atau kabel penyangga jembatan. Kondisi tersebut menyebabkan jembatan menjadi miring dan membahayakan pengguna jalan.
“Perbaikan dilakukan dengan mengganti seling yang putus serta memperbaiki papan pijakan agar jembatan kembali aman digunakan masyarakat,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Aminudin, jembatan dengan panjang 80 meter dan lebar 2 meter ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur tercepat yang menghubungkan Kecamatan Rakit dan Purwonegor,o terutama untuk menunjang aktivitas perekonomian dan pendidikan warga.
“Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Rakit dan Kecamatan Purwonegoro sebagai sarana perekonomian dan jalur pendidikan,” katanya.
Kepala Desa Kincang, Nasirun, menjelaskan kerusakan jembatan terjadi sejak 12 Maret 2026. Sejak saat itu, pemerintah desa memasang garis pengaman untuk mencegah warga melintas. Namun karena kebutuhan mobilitas yang tinggi, masih ada warga yang nekat menggunakan jembatan dengan sangat hati-hati.
Ia menuturkan, selama jembatan rusak, warga harus menggunakan jalur alternatif yang menambah jarak perjalanan sekitar delapan kilometer untuk menuju Purwonegoro maupun Mandiraja.
“Kerusakan ini sudah berlangsung sekitar empat bulan. Jika harus memutar, jaraknya bertambah sekitar delapan kilometer,” jelasnya.
Sementara itu, Riyanto, salah seorang warga yang kerap melintasi jembatan tersebut, mengaku merasa khawatir saat melintas karena kondisi jembatan yang miring.
Meski demikian, banyak warga tetap memilih menggunakan jalur tersebut karena dapat menghemat waktu perjalanan.
"Saat melintas, kadang ada rasa kuatir, tetapi mau gimana lagi, lewat jembatan penghubung ini lebih cepat daripada lewat jalur utama," tuturnya.
Perbaikan jembatan diperkirakan selesai dalam waktu satu bulan. Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau untuk tidak melintasi jembatan demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan.
Dengan segera diperbaikinya jembatan perintis tersebut, diharapkan akses perekonomian dan pendidikan masyarakat di Kecamatan Rakit dan Purwonegoro dapat kembali berjalan lancar dan aman. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Iwan Setiawan |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi