SUARA INDONESIA

Zia’ul Haq: Pesilat Malang Harus Berprestasi, Berakhlak, dan Berani

Aditya Mahatva Yodha - 26 April 2026 | 13:04 - Dibaca 252 kali
Olahraga Zia’ul Haq: Pesilat Malang Harus Berprestasi, Berakhlak, dan Berani
Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Malang, Zia'ul Haq saat pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Liga Pelajar Competition 1 Tahun 2026 di GOR Kanjuruhan beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, MALANG - Riuh rendah suara dukungan menggema di GOR Kanjuruhan, Kepanjen, akhir pekan ini. Bukan deru mesin atau teriakan suporter sepak bola, melainkan bunyi benturan body protector dan sorakan penyemangat bagi para pendekar muda yang tengah berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Liga Pelajar Competition 1 Tahun 2026.

Selama dua hari, 25-26 April 2026, atmosfer di dalam gedung olahraga kebanggaan warga Kabupaten Malang ini terasa berbeda. 987 pesilat muda dari berbagai penjuru berkumpul, bukan sekadar untuk mengejar medali, melainkan untuk merawat sebuah warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Malang, Zia'ul Haq, menatap lekat ke arah gelanggang. Baginya, setiap gerak jurus yang diperagakan para atlet adalah cerminan jati diri bangsa.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga. Ia adalah warisan budaya bangsa yang mengajarkan budi pekerti, disiplin, dan keberanian,” ujar Zia dengan nada bangga beberapa waktu lalu.

Ia menyadari betul posisi strategis Malang sebagai lumbung pendidikan dan budaya. Di tengah menjamurnya perguruan tinggi dan keberagaman budaya, Malang memikul tanggung jawab besar untuk memastikan denyut nadi pencak silat tetap berdetak kencang di tangan generasi Z dan Alpha.

Di balik ketatnya persaingan memperebutkan poin, Zia menekankan bahwa esensi sejati dari liga pelajar ini adalah pembentukan karakter. Arena pertandingan dianggap sebagai kawah candradimuka di mana mentalitas "Menang dengan rendah hati, kalah dengan kepala tegak" ditempa habis-habisan.

“Kita sedang menempa karakter. Itulah jiwa pesilat sejati. Nilai sportivitas dan persaudaraan di gelanggang harus kita bawa sampai keluar arena,” tegasnya.

Pesan Zia kepada para atlet pun sederhana namun mendalam. Ia menitipkan tiga pilar utama: junjung tinggi sportivitas dengan menghormati lawan serta wasit, utamakan keselamatan dengan teknik yang benar, dan yang paling penting, nikmati prosesnya. Menurutnya, pengalaman dan persahabatan antarpesilat akan bertahan jauh lebih lama ketimbang usia sebuah medali.

Keberhasilan gelaran ini tak lepas dari tangan dingin manajemen Fairplay Indonesia, jajaran IPSI Malang, panitia, serta para sponsor yang bahu-membahu. Zia secara khusus menyampaikan apresiasinya atas kerja keras kolektif yang membuat GOR Kanjuruhan mampu menjadi saksi lahirnya bibit-bibit unggul pesilat masa depan.

Pesan penutup dari sang Ketua terus terngiang di telinga para peserta: “Selamat bertanding. Tunjukkan bahwa pesilat Malang dan Jawa Timur pada umumnya adalah mereka yang berprestasi, berakhlak, dan berani.”

Dari GOR Kanjuruhan, mereka pulang tidak hanya membawa lebam atau piagam, tetapi membawa api semangat baru untuk terus melestarikan identitas bangsa.(*)

 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV