SUARA INDONESIA, SUMENEP – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan seiring statusnya sebagai rumah sakit tipe B. Pada 2026, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu mempercepat berbagai langkah pengembangan guna mengukuhkan diri sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Madura.
Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan fasilitas medis, pengembangan layanan spesialis, modernisasi sistem pelayanan, hingga penguatan sumber daya manusia. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin cepat, lengkap, dan berkualitas.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan tahun 2026 menjadi fase penting dalam transformasi pelayanan rumah sakit. Menurutnya, berbagai pembenahan dilakukan agar pelayanan medis dapat berjalan lebih efektif dengan dukungan teknologi yang memadai.
"Tahun 2026 menjadi momentum untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lebih cepat, tepat, berbasis teknologi, dan tetap mengedepankan keselamatan pasien," ujarnya, Rabu (04/06/2026).
Status rumah sakit tipe B yang kini disandang RSUD Sumenep menjadi modal besar dalam meningkatkan kemampuan pelayanan. Dengan kapasitas tersebut, berbagai kasus medis yang sebelumnya harus dirujuk ke luar daerah kini dapat ditangani lebih optimal di Sumenep.
Kondisi itu membawa manfaat besar, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pelosok yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.
Untuk mendukung peran sebagai rumah sakit rujukan, sejumlah fasilitas strategis terus diperkuat. Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam ditingkatkan agar mampu memberikan respons lebih cepat, sementara kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) diperluas guna menunjang penanganan pasien dengan kondisi kritis.
Di saat yang sama, layanan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) juga mendapatkan pembaruan fasilitas sehingga pelayanan bagi bayi dan anak dapat dilakukan dengan standar yang lebih baik.
RSUD Sumenep juga mulai mempersiapkan pengembangan layanan spesialis jantung dan paru yang diproyeksikan menjadi layanan unggulan baru. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Madura bagian timur tanpa harus mencari penanganan ke rumah sakit di kota-kota besar.
Selain penguatan layanan medis, transformasi juga menyasar sektor pelayanan publik. Rumah sakit kini mengoptimalkan sistem antrean digital yang terintegrasi dengan platform kesehatan nasional sehingga masyarakat dapat melakukan pendaftaran dan mengatur jadwal pelayanan secara daring.
Penerapan sistem tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Waktu tunggu pasien menjadi lebih singkat, proses pelayanan berjalan lebih teratur, dan efisiensi operasional rumah sakit semakin meningkat.
Meski terus berbenah menuju pelayanan yang modern, RSUD Sumenep menegaskan bahwa akses kesehatan yang merata tetap menjadi prioritas. Karena itu, layanan bagi peserta BPJS Kesehatan terus diperkuat agar seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang setara.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan medis hanya karena persoalan administrasi maupun keterbatasan fasilitas," tegas dr. Erliyati.
Dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan profesional, dan berbagai mitra strategis, RSUD dr. H. Moh. Anwar kini diproyeksikan menjadi tulang punggung layanan kesehatan di kawasan timur Madura. Berbagai langkah transformasi yang dijalankan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih berkualitas bagi masyarakat.
"Kepercayaan masyarakat adalah target utama kami. Kepercayaan itu hanya bisa dibangun melalui kerja nyata dan peningkatan pelayanan berkelanjutan," pungkasnya.(*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Afan |
Komentar & Reaksi