SUARA INDONESIA, BANDUNG - Polsek Pangalengan, Polresta Bandung, mengimbau seluruh ketua RT dan RW di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, agar lebih aktif mendata dan melakukan pengecekan terhadap warga pendatang yang tinggal di rumah kos.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.
Kapolsek Pangalengan, Kompol Tedi Rusman, mengatakan RT dan RW perlu berkoordinasi dengan pemilik rumah kos untuk memastikan identitas setiap penghuni yang datang ke wilayahnya.
"RT dan RW harus mengetahui siapa saja yang tinggal di rumah kos dengan berkoordinasi bersama pemilik kos agar pendataan warga lebih tertib," ujar Tedi saat ditemui di Mapolsek Pangalengan, Minggu (28/6/2026).
Ia juga mengingatkan para pemilik rumah kos agar tidak hanya berorientasi pada penyewaan kamar, tetapi turut memastikan kelengkapan administrasi penghuni.
"Pemilik kos jangan hanya menerima uang sewa. Pastikan identitas penghuni dilengkapi, seperti KTP, Kartu Keluarga, atau surat nikah bagi pasangan yang tinggal bersama," tegasnya.
Di lain hal, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Pangalengan menggelar sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Selain mengikuti agenda yang telah diprogramkan oleh Polda Jawa Barat dan Polresta Bandung, Polsek Pangalengan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan.
Kegiatan tersebut di antaranya pertandingan bulu tangkis dan tenis meja yang diikuti warga Pangalengan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.
Selain itu, Polsek Pangalengan juga menggelar gerak jalan santai yang diikuti seluruh personel Polsek Pangalengan, Bhayangkari, serta warga dari berbagai desa di Kecamatan Pangalengan. Acara dilanjutkan dengan senam sehat dan berbagai lomba permainan tradisional, seperti balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, dan perlombaan lainnya.
Sekitar 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk perwakilan dari sejumlah desa di Kecamatan Pangalengan.
Kompol Tedi berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, adaptif, serta semakin dekat dengan masyarakat.
"Mudah-mudahan Polri menjadi polisi yang modern dan adaptif, mampu menyesuaikan dengan perkembangan situasi, serta benar-benar menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang selalu hadir untuk kepentingan masyarakat," pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Asep Tedi |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi