SUARA INDONESIA, MALANG - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Malang resmi dilantik pada Minggu (19/7/2026). Prosesi pengukuhan jajaran pengurus baru periode ini berlangsung khidmat di Balai Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Ketua DPD APPSI Kabupaten Malang yang baru saja dilantik, Rahmat Kartala, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas amanah yang diberikan oleh Pengurus DPW APPSI Jawa Timur serta para tokoh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar, terutama dalam mengawal program strategis pemerintah pusat.
"Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk turut mendukung dan menyukseskan pelaksanaan program Asta Cita Bapak Presiden. APPSI berkomitmen mengawal pelaksanaannya agar dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi para pedagang pasar," ujar Rahmat.
Ia juga menyadari tantangan berat yang dihadapi pedagang pasar tradisional saat ini, terutama gempuran dari sektor perdagangan daring (online).
Oleh karena itu, pihaknya berharap APPSI Kabupaten Malang dapat hadir sebagai mitra yang memberikan pendampingan, solusi, serta dukungan agar pedagang lokal tetap memiliki daya saing tinggi.
"Kami memohon arahan, dukungan, dan sinergi dari Bapak Bupati. Dengan kolaborasi yang baik antara DPP APPSI dan Pemerintah Kabupaten Malang, kami yakin dapat menjalankan amanah ini secara optimal demi kemajuan masyarakat," tambahnya.
Hadir langsung dalam pelantikan tersebut, Bupati Malang, M. Sanusi, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelantikan ini. Ia berharap momentum pengukuhan ini membawa keberkahan dan menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh pedagang pasar di wilayah Kabupaten Malang.
Sementara Bupati Sanusi memetakan kondisi riil pasar tradisional di wilayahnya. Saat ini, Kabupaten Malang memiliki 34 pasar yang tersebar di 33 kecamatan.
Beberapa di antaranya sudah dalam kondisi cukup baik, seperti Pasar Kepanjen, Pasar Lawang, dan Pasar Tumpang. Namun, ia mengakui masih ada pasar yang memerlukan penanganan serius, salah satunya adalah Pasar Pakis.
"Kami berharap pelantikan pengurus APPSI hari ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan dan revitalisasi pasar-pasar yang kondisinya masih belum memadai. Ke depan, pembangunan akan lebih memprioritaskan pasar-pasar yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Malang," jelas Bupati Sanusi.
Selain fokus pada fisik bangunan, Pemerintah Kabupaten Malang juga berkomitmen untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sekitar area perdagangan. Sejumlah titik pusat kepadatan lalu lintas seperti kawasan Pasar Dampit, Pasar Bululawang, dan Pasar Tajinan masuk dalam target penataan jalan demi kenyamanan masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, Sanusi menambahkan bahwa pembenahan sektor ekonomi ini akan berjalan beriringan dengan program prioritas pemerintah pusat yang saat ini tengah digenjot oleh Pemkab Malang, yaitu di sektor pendidikan dan kesehatan.
Langkah taktis dan kepedulian yang ditunjukkan oleh kepala daerah ini mendapat respons positif dari tingkat wilayah. Ketua DPW APPSI Jawa Timur, Ahmad Zaini, secara khusus menyampaikan terima kasih dan pujian kepada Bupati Malang.
Menurut Ahmad Zaini, sangat jarang ada sosok bupati yang memiliki perhatian dan kepedulian (concern) yang begitu besar terhadap nasib para pedagang kecil di pasar tradisional. Ia menilai Bupati Sanusi sangat cepat dan tanggap dalam merespons setiap aspirasi yang disampaikan oleh komunitas pedagang pasar.
Acara pengukuhan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan koordinasi perdana antara pengurus DPD APPSI Kabupaten Malang yang baru dengan instansi terkait, menandai dimulainya babak baru penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Malang. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi