SUARA INDONESIA

Hadapi Gempuran E-Commerce, APPSI Malang Dorong Pasar Tradisional Naik Kelas 

Aditya Mahatva Yodha - 19 July 2026 | 15:07 - Dibaca 121 kali
Ekbis Hadapi Gempuran E-Commerce, APPSI Malang Dorong Pasar Tradisional Naik Kelas 
Makhrus Sholeh dan Rahmat Kartala (dari kiri - ke kanan) selaku Dewan Pembina dan Ketua DPD APPSI Kabupaten Malang. (Foto: Yodha/ Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MALANG - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Malang bersiap menghadapi tantangan besar dalam membenahi tata kelola infrastruktur perdagangan tradisional.

Dari total 34 pasar rakyat yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malang, tercatat hanya 3 pasar yang berada dalam kondisi baik, yaitu Pasar Tumpang, Pasar Kepanjen, dan Pasar Lawang.

Sisanya, sebanyak 31 pasar tradisional mendesak untuk mendapatkan perawatan berkala hingga revitalisasi total. Salah satu titik yang memerlukan perhatian paling serius dan penanganan segera adalah Pasar Pakis.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPD APPSI Kabupaten Malang, Rahmat Kartala, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk turun langsung ke lapangan.

Langkah ini diambil guna mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi para pedagang tradisional yang terdampak di wilayah tersebut.

"Kami berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini dan memperjuangkan program revitalisasi pasar secara masif ke pemerintah," ujar Rahmat, Minggu (19/7/2026).

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Malang yang mencapai lebih dari 2,7 juta jiwa dan wilayah yang sangat luas, aksesibilitas menjadi kunci utama.

"Jarak pasar yang jauh menjadi kendala, sehingga kami juga berupaya mengajukan titik pasar baru yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat," kata Rahmat.

Tantangan pasar rakyat saat ini tidak hanya terbatas pada fasilitas fisik, melainkan juga hantaman persaingan digital.

Ketua Dewan Pembina APPSI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh, menekankan bahwa gempuran platform e-commerce menuntut pasar tradisional untuk segera bertransformasi agar tidak tergerus zaman.

Menurut Makhrus, kunci utama agar pasar rakyat mampu bertahan dan bersaing di era modern adalah dengan mengubah citra dan kualitas pelayanan operasional secara fundamental. "Pasar rakyat harus mampu mengedepankan prinsip bersih, sehat, aman, dan nyaman," ujarnya.

"Jika modal dasar ini terpenuhi, kita tidak perlu takut bersaing. Bahkan, pedagang pasar tradisional sangat bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan platform e-commerce," tandasnya.

Adapun persyaratan seperti barang dagangan yang dijual harus berkualitas bagus, memiliki tampilan yang lebih menarik, terjaga higienitasnya, serta selalu dinamis mengikuti tren pasar saat ini. 

Melalui kepengurusan yang baru dan sinergi yang kuat, DPD APPSI Kabupaten Malang optimistis dapat membawa pasar tradisional naik kelas.

APPSI akan terus menjadi jembatan strategis antara pedagang, pemerintah daerah, dan sektor teknologi demi menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan di Kabupaten Malang. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV