SUARA INDONESIA, SURABAYA – Kantor SAR Kelas A Surabaya menggelar Diseminasi National Accreditation Process (NAP), diikuti seluruh anggota, Selasa (21/7/2026).
Adapun kegiatan selama lima hari ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas tim Urban Search and Rescue (USAR).
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH mengatakan, kegiatan tersebut untuk memenuhi standar internasional INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group).
Selain itu, melatih serta mengedukasi kesiapsiagaan anggota menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan operasi pencarian dan pertolongan.
"Keberhasilan operasi SAR sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan jauh sebelum kejadian itu terjadi. Untuk itu, kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai sarana menguji kemampuan, mengenali kekurangan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kepercayaan diri seluruh personel," ujarnya.
Nanang juga mendorong seluruh peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan secara optimal guna membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, mengutamakan keselamatan (safety), serta memperkuat sinergi antarelemen dalam operasi penyelamatan.
Program ini, menurutnya menjadi tahapan strategis Basarnas dalam menyiapkan personel yang siap diterjunkan pada operasi pencarian dan pertolongan, khususnya penanganan korban di bangunan runtuh.
Kegiatan yang dimulai pada Senin (20/7) itu diikuti Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P. H., jajaran pimpinan Kantor SAR Kelas A Surabaya, Emi Frizer selaku Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia bersama tim Direktorat Operasi Basarnas, serta seluruh personel tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya.
"Diseminasi NAP merupakan bagian dari proses akreditasi nasional yang mengadopsi metodologi INSARAG guna memastikan setiap tim USAR memiliki kemampuan, sistem kerja, dan manajemen operasi yang selaras dengan standar internasional," jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, sebutnya peserta dibekali pemahaman mengenai prinsip, struktur organisasi, prosedur operasional USAR, penguatan kebijakan internal, kesiapsiagaan personel, pengelolaan peralatan, dukungan logistik, hingga peningkatan interoperabilitas dengan berbagai unsur penanggulangan bencana.
Senada amanat oleh Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo yang dibacakan Emi Frizer menegaskan bahwa pelaksanaan NAP bertujuan memastikan setiap misi pencarian dan pertolongan memenuhi standar keselamatan, efektivitas, dan akuntabilitas melalui penerapan sistem manajemen operasi SAR berbasis INSARAG.
Rangkaian diseminasi diawali dengan pemberian materi selama tiga hari mengenai konsep INSARAG dan metode operasi USAR.
Selanjutnya, peserta akan menjalani Simulation Exercise untuk menguji kesiapan sistem operasi SAR dalam skenario penyelamatan korban di reruntuhan bangunan.
Dalam simulasi tersebut, tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya akan mengaktifkan seluruh sistem operasi sebagaimana penanganan kondisi darurat yang sebenarnya, mulai dari mobilisasi personel hingga proses evakuasi korban.
"Simulasi diperkirakan berlangsung hingga Jumat dini hari karena tim akan berlatih layaknya operasi SAR pada bangunan runtuh yang sesungguhnya selama 24 jam tanpa henti hingga seluruh korban ditemukan dan dievakuasi," kata Nanang.
Melalui Diseminasi NAP ini, Basarnas menargetkan tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya semakin siap memenuhi standar INSARAG.
Hal ini kata Nanang untuk meningkatkan kualitas layanan pencarian dan pertolongan serta mendukung operasi penyelamatan di tingkat nasional maupun internasional. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi