SUARA INDONESIA

Tanpa Ordal! Kadisdik Sulsel Tegaskan SPMB 2025 Bebas KKN

Arya Rahmansyah - 18 May 2025 | 00:05 - Dibaca 925 kali
Pendidikan Tanpa Ordal! Kadisdik Sulsel Tegaskan SPMB 2025 Bebas KKN
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menegaskan proses Tes Potensi Akademik (TPA) SPMB 2025 berjalan transparan, Sabtu (17/5/2025). (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, MAKASSAR – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Sulawesi Selatan untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi berjalan. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, memastikan bahwa proses seleksi berjalan bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Pernyataan itu disampaikan Iqbal saat meninjau pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) di hari keempat SPMB 2025 di Makassar pada Sabtu 17 Mei 2025.

Ia menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait dugaan masuknya “orang dalam” atau ordal dalam proses seleksi.

“Termasuk menyebutkan bahwa kalau tidak ada ordal (orang dalam), anak tidak bisa lulus sekolah di Sulsel atau Makassar. Itu tidak benar,” tegas Iqbal.

Ia menambahkan, saat ini proses seleksi masih berlangsung dan belum masuk ke tahap kelulusan. Karena itu, tudingan bahwa hasil sudah diatur atau intervensi oleh pihak tertentu tidak berdasar.

“Semua berjalan sesuai mekanisme yang ada. Kami jamin SPMB berjalan bebas intervensi dan bebas KKN,” ujar mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel tersebut.

SPMB tahun ini menggunakan sistem online dan dibagi dalam beberapa jalur pendaftaran. Prapendaftaran sudah dimulai sejak 1 April 2025.

Sementara itu, pendaftaran resmi untuk jenjang SMK, Sekolah Berasrama, dan Sekolah Unggul Reguler Sulsel dimulai pada 26 Mei 2025. Sedangkan untuk SMA Reguler, pendaftaran baru akan dibuka mulai 9 Juni 2025.

Iqbal menjelaskan bahwa ada empat jalur utama pendaftaran untuk SMA Reguler, yakni jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.

Ia juga mengimbau kepada orang tua agar tidak mempercayai oknum yang menawarkan jasa meloloskan anak dengan imbalan tertentu. 

Dinas Pendidikan membuka ruang pengaduan jika ditemukan indikasi praktik KKN.

“Silakan anaknya mendaftar. Kami pastikan anaknya akan lulus sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada istilah ordal,” tegasnya kembali.

Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga integritas proses pendidikan di Sulawesi Selatan. 

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem penerimaan yang transparan dan adil bagi semua calon siswa.

Dengan sistem yang sudah dibangun secara digital dan mekanisme seleksi yang ketat, Dinas Pendidikan berharap kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Sulsel semakin kuat.

Sementara itu, salah satu orang tua murid asal Kabupaten Sengkang, yang tak ingin disebutkan namanya, tampak mendampingi putrinya yang mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) di SMA Negeri 1 Makassar.

Ia mengaku, rela menempuh perjalanan darat belasan jam demi memastikan sang anak bisa mengikuti seleksi masuk sekolah unggulan di Kota Daeng.

Ia menuturkan, Putrinya, merupakan siswi berprestasi di salah satu SMP negeri di Kabupaten Sengkang dan dikenal sebagai siswa dengan nilai rata-rata di atas 9 koma dan selalu masuk peringkat satu selama tiga tahun terakhir.

Namun meski berbekal prestasi yang gemilang, sebagai orang tua berprofesi petani itu, mengaku tetap merasa cemas. Ia pesimis peluang anaknya diterima bisa murni dari hasil seleksi.

"Jujur, kami jauh-jauh datang dari Sengkang karena ingin anak ikut seleksi di sekolah favorit. Tapi, ya rasa pesimis itu ada juga. Banyak cerita di luar sana soal permainan, soal ordal, bikin kita orang kampung minder juga," tuturnya kepada awak media saat ditemui di halaman sekolah.

Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Sulsel, benar-benar konsisten menjalankan seleksi yang adil dan bersih. Baginya, anak-anak di daerah juga punya hak yang sama untuk bersaing secara sehat dengan mereka yang berasal dari kota besar.

"Saya percaya anak saya mampu. Tapi saya juga berharap sistemnya mendukung dan memberi ruang yang adil. Jangan sampai semangat belajar mereka luntur karena merasa tak punya ‘orang dalam’," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Arya Rahmansyah
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV