SUARA INDONESIA, MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melantik jajaran pejabat baru untuk masa jabatan 2025-2029.
Prosesi pelantikan yang digelar Jumat (15/8/2025) ini mencakup posisi strategis seperti wakil rektor, dekan fakultas, direktur pascasarjana, dan ketua lembaga.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum mempercepat pencapaian visi kampus sebagai universitas unggul dan bereputasi internasional.
Ia mengingatkan seluruh pejabat agar menjunjung tinggi etika jabatan, menjauhi penyalahgunaan wewenang, dan menjadi teladan bagi sivitas akademika.
“Kita berlayar di kapal yang sama menuju tujuan yang sama: unggul dan bereputasi internasional. Hal ini akan tercapai melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen kampus,” ujarnya.
Pejabat yang dilantik antara lain Basri, PhD, sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik. Prof. Triyo Supriyatno, sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, serta Prof. M Abdul Hamid, sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama, serta Prof. Agus Maimun, sebagai Direktur Pascasarjana.
Selain itu, Dr. Isroqunnajah, yang dipercaya memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), sedangkan Prof. Sri Harini, menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).
Untuk jabatan dekan, Dr. Muhammad Walid, memimpin Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Prof. Umi Sumbulah, memimpin Fakultas Syariah, Dr. M. Faisol, memimpin Fakultas Humaniora, dan Dr. Misbahul Munir, memimpin Fakultas Ekonomi.
Selanjutnya, Dr. Siti Mahmudah, memimpin Fakultas Psikologi, Dr. Agus Mulyono, memimpin Fakultas Sains dan Teknologi, serta Prof. Yuyun Yueniwati, memimpin Fakultas Kedokteran.
Dengan komposisi kepemimpinan baru yang memiliki rekam jejak akademik mumpuni, pihak kampus optimistis target jangka pendek seperti peningkatan daya saing dan perluasan kerja sama internasional dapat segera terealisasi.
Jangka panjang, UIN Maliki Malang bertekad memperkokoh perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi