SUARA INDONESIA, SUMENEP – Komitmen Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Nia Kurnia Fauzi, dalam mendukung dunia pendidikan terus berlanjut.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program beasiswa yang digagas melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD kembali disalurkan kepada puluhan mahasiswa di Kabupaten Sumenep.
Tahun ini, sebanyak 40 mahasiswa dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Talango, dan Batuan menerima bantuan pendidikan. Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis di kediaman Nia di Desa Torbang, Kecamatan Batuan.
Setiap mahasiswa memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta yang disalurkan langsung melalui rekening masing-masing penerima. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sumenep.
Nia Kurnia Fauzi mengatakan, program beasiswa tersebut telah berjalan secara berkelanjutan sejak tahun 2022. Selama empat tahun terakhir, bantuan pendidikan itu terus diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Menurutnya, program tersebut lahir dari berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan saat kegiatan reses maupun pertemuan dengan warga di daerah pemilihannya. Banyak orang tua dan mahasiswa yang mengeluhkan tingginya biaya pendidikan, sehingga diperlukan intervensi melalui program yang dapat meringankan beban mereka.
“Banyak masyarakat yang mengeluhkan tingginya biaya pendidikan. Karena itu saya mengalokasikan program beasiswa ini untuk membantu mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,” kata Nia, Jumat (26/6/2026).
Antusiasme mahasiswa terhadap program tersebut juga terus meningkat. Pada tahun 2026, sekitar 100 mahasiswa tercatat mengajukan permohonan bantuan. Namun setelah melalui proses seleksi dan verifikasi administrasi, hanya 40 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai penerima.
“Untuk tahun ini ada 40 mahasiswa yang menerima beasiswa. Pendaftarnya sekitar 100 orang. Sebagian tidak lolos karena sudah pernah menerima bantuan serupa, ada yang merupakan anak ASN, dan ada juga yang telah lulus saat proses realisasi bantuan,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep itu berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Ia meyakini investasi di sektor pendidikan merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga bantuan ini bermanfaat. Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kelak menjadi generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Sumenep,” tuturnya.
Salah satu penerima beasiswa, Insani Nur Kamilia, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan perkuliahan di tengah meningkatnya biaya pendidikan.
“Terima kasih kepada Ibu Nia atas bantuan ini. Semoga program beasiswa ini terus berlanjut sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Ready, mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan sesuai tujuan program. Ia meminta mahasiswa memanfaatkan dana tersebut untuk mendukung proses belajar dan kebutuhan akademik.
“Gunakan bantuan ini untuk menunjang kebutuhan kuliah dan proses belajar. Jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi sampai terjerumus dalam aktivitas seperti judi online,” tutupnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi