SUARA INDONESIA, PADANG PANJANG - Nuansa silaturahmi lintas negara terasa hangat di Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Sumatera Barat.
Senin (15/9/2025), pesantren ini resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Ghafar Baba, Melaka, Malaysia, membuka jalan kerja sama pendidikan dan budaya antara Ranah Minang dan Negeri Jiran.
Rombongan siswa dan guru SMK Ghafar Baba hadir ke Pesantren Kauman untuk menggali praktik terbaik dalam pengelolaan unit ekonomi kreatif serta implementasi kurikulum pesantren.
Kedatangan mereka disambut meriah dengan tarian tradisional Minangkabau, dilanjutkan atraksi seni para santri. Salah satu momen paling berkesan adalah saat seorang santri membacakan puisi karya Buya Hamka berjudul “Di Atas Runtuhnya Kota Melaka”, yang membuat tamu dari Malaysia terhanyut dalam suasana kebersamaan.
Mudir Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Derliana, menjelaskan kurikulum di pesantrennya merupakan perpaduan interaktif dari Kurikulum Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, Muhammadiyah, serta kurikulum pesantren.
“Sinergi ini kami rancang agar santri tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan spiritual, tetapi juga siap dengan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Ghafar Baba, Sahreah binti Md Zin, mengaku terinspirasi dengan model pendidikan Kauman.
“Kami sangat terkesan dengan sistem pendidikan dan unit ekonomi yang dikembangkan di sini. Pengalaman ini akan menjadi bahan berharga untuk diterapkan di sekolah kami di Malaysia,” pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Diona Arvoni |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi