SUARA INDONESIA, SURABAYA - Universitas Airlangga menyaring 68 siswa sebagai kandidat Golden Ticket melalui seleksi berbasis kuadran di tengah lonjakan pendaftar yang mencapai ribuan.
Jalur ini menjadi tambahan di luar kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sekaligus memperkuat strategi kampus dalam menjaring mahasiswa unggul secara lebih komprehensif.
Rektor Unair, Muhammad Madyan, menyebut sebanyak 3.855 siswa mendaftar Golden Ticket dan telah dinyatakan eligible dalam SNBP, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, eligible adalah siswa kelas XII yang memenuhi syarat akademik serta kuota sekolah berdasarkan akreditasi untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tanpa tes tulis.
Penilaian didasarkan pada rerata nilai rapor semester 1 hingga 5 serta capaian prestasi tambahan. “Dari jumlah tersebut, kami lakukan pemetaan berbasis kuadran untuk melihat kekuatan akademik dan non-akademik secara utuh,” kata Madyan.
Dalam skema ini, Unair membagi kandidat ke dalam empat kuadran. Kuadran pertama berisi siswa yang unggul di bidang akademik dan prestasi.
Kuadran kedua, urainya yang menjadi basis Golden Ticket adalah siswa dengan capaian akademik memenuhi syarat, tetapi memiliki prestasi non-akademik di atas rata-rata.
Dilanjutkan Kuadran ketiga dan keempat mencerminkan kombinasi capaian yang lebih moderat namun tetap memenuhi syarat SNBP.
“Hari ini kami umumkan 68 kandidat dari kuadran kedua, yakni mereka yang memiliki rekam jejak prestasi kuat di luar akademik,” ujarnya.
Menurut Madyan, Golden Ticket bukan jalur pintas, melainkan bentuk pengakuan atas konsistensi prestasi siswa. Status yang diumumkan masih berupa kandidat dan akan mengikuti hasil resmi SNBP pada 31 Maret mendatang.
“Golden Ticket ini tidak mengurangi kuota SNBP dan tidak menggeser peserta lain. Ini jalur tambahan,” katanya.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin, menegaskan bahwa skema ini dirancang untuk menangkap talenta non-akademik yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam seleksi berbasis nilai rapor.
“Kami melihat konsistensi dan dampak prestasi, mulai dari kepemimpinan organisasi seperti ketua OSIS, capaian olimpiade, hingga prestasi di bidang keagamaan, olahraga, dan seni,” ujar Solihin.
Ia menambahkan, Golden Ticket memperkuat posisi kandidat dalam SNBP tanpa mengubah struktur utama seleksi nasional.
“Tidak ada peserta yang tergeser karena ini berada di luar kuota SNBP,” katanya.
Tren peningkatan minat terhadap jalur ini juga terlihat dari kenaikan jumlah kandidat dibanding tahun sebelumnya, dari 66 menjadi 68 siswa. Selain itu, pendaftar berasal dari sekitar 1.690 sekolah, menunjukkan jangkauan yang semakin luas.
Unair saat ini, tambahnya memiliki 16 fakultas yang menjadi basis penerimaan mahasiswa baru.
Dari total 68 kandidat Golden Ticket, distribusi tersebar di berbagai fakultas, termasuk Fakultas Vokasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, hingga rumpun kesehatan seperti Fakultas Kedokteran dan Keperawatan.
Di sisi lain, Unair tetap menjaga kualitas pendidikan dengan membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru sekitar 9.000 orang per tahun, didukung sekitar 2.000 dosen.
“Rasio dosen dan mahasiswa menjadi kunci. Kami menjaga agar kualitas pembelajaran tetap optimal,” kata Madyan.
Salah satu kandidat Golden Ticket, Alifiyah Maulidatul Izzah, mengaku bersyukur dapat masuk dalam daftar kandidat melalui jalur ini.
Ia merupakan siswa dari SMK Kesehatan Surabaya yang mendaftar pada Program Studi D3 Keperawatan melalui skema Kuadran unggul.
Alifiyah menjelaskan dirinya termasuk siswa eligible dan lolos berkat capaian prestasi di bidang olahraga, khususnya karate.
“Saya memiliki dua prestasi, juara dua tingkat internasional dan juara satu tingkat provinsi untuk cabang olahraga karate,” ujarnya.
Ia mengaku sempat tidak menyangka dapat masuk dalam seleksi berbasis kuadran tersebut. “Rasanya sangat senang, meski sempat deg-degan saat menunggu pengumuman,” katanya.
Meski telah diumumkan sebagai kandidat Golden Ticket, Alifiyah menyebut masih mempertimbangkan langkah selanjutnya, termasuk kesiapan melanjutkan studi.
Ia juga berharap ada dukungan terkait biaya pendidikan mendatang. "Ya semoga dengan kelolosan ini , saya bisa bermanfaat untuk menempuh jenjang perguruan tinggi lebih mengasah kemampuan dan berpreatasi lebih maju bisa ditingkatkan, tentunya soal biaya pendidikan bisa semakin mudah dan terjangkau didapat," tutupnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi