SUARA INDONESIA

Sekolah Dituntut Adaptif, Erlangga Hadirkan Platform Belajar Digital Erklika Lab

Dona Pramudya - 23 June 2026 | 13:06 - Dibaca 48 kali
Pendidikan Sekolah Dituntut Adaptif, Erlangga Hadirkan Platform Belajar Digital Erklika Lab
Erklika Lab Resmi Diluncurkan, Kombinasikan STEAM dan Teknologi dalam Pembelajaran. (Foto: Dona Pramudya/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SURABAYA – Percepatan transformasi digital di sektor pendidikan mendorong sekolah untuk mengadopsi metode pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Menjawab tantangan tersebut, Penerbit Erlangga meluncurkan Erklika Lab, platform pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) yang mengintegrasikan teknologi digital dan konsep hybrid learning, di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (23/6/2026).

Editor Penerbit Erlangga, Rengganis, mengatakan Erklika Lab dirancang untuk mengubah pola belajar konvensional menjadi lebih interaktif sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Pendekatan ini memungkinkan siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus melatih kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah," ujar Rengganis saat peluncuran.

Menurutnya, platform tersebut hadir sebagai alternatif bagi sekolah untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus membangun keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Pengembangan materi Erklika Lab melibatkan sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi. Untuk jenjang sekolah dasar, materi disusun oleh Stephany Angelia Tumewu, peneliti pascadoktoral di Gifu University, Jepang.

Sementara materi SMP dan SMA dikembangkan oleh tim pendidik, dosen, serta pegiat STEM dari berbagai lembaga pendidikan nasional.

Peluncuran Erklika Lab juga diwarnai diskusi bertajuk Creating Meaningful Learning for Future Innovators with Erklika Lab yang menghadirkan praktisi pendidikan Yuliana, public figure Shahnaz Haque, Agatha Chelsea, serta sutradara dan content creator Bayu Skak.

Dalam diskusi tersebut, Shahnaz Haque menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan agar anak-anak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, guru juga perlu terus meningkatkan kapasitas agar metode pengajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

"Anak-anak zaman sekarang membutuhkan stimulasi yang dekat dengan dunia digital. Pendidikan yang menyenangkan membuat mereka tidak takut belajar dan lebih tertarik memahami materi," katanya.

Sementara itu, Agatha Chelsea menilai rasa ingin tahu harus menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran. Ia mendorong sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi melalui eksperimen dan pembelajaran berbasis proyek sehingga siswa terdorong belajar karena keinginan memahami sesuatu, bukan sekadar mengejar nilai.

Pandangan serupa disampaikan Bayu Skak yang menilai kreativitas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital dan metode hybrid agar siswa lebih aktif terlibat dalam proses belajar.

Melalui Erklika Lab, Erlangga berharap sekolah memiliki sarana pembelajaran yang mampu menjembatani kebutuhan pendidikan konvensional dengan tuntutan era digital, sekaligus melahirkan generasi yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV