SUARA INDONESIA, MAGELANG - Empat penambang pasir dilaporkan hanyut terseret banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). Dua orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Banjir lahar dingin menerjang kawasan tambang pasir setelah hujan deras mengguyur puncak Gunung Merapi sejak siang hingga sore. Material vulkanik terbawa arus deras di sisi barat daya gunung dan meluncur cepat ke aliran Sungai Senowo, menyapu para penambang yang tengah beraktivitas di bantaran sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengatakan dua korban yang telah ditemukan adalah Heru Setyawan (25), warga Krinjing, dan Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Srumbung, Kabupaten Magelang.
“Hingga siang ini, tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi dua korban atas nama Fuad dan Heru dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya ditemukan tersangkut di antara batu sungai,” kata Budiono.
Fuad ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB atau sekitar 2,1 kilometer dari titik awal kejadian. Sementara Heru ditemukan pukul 07.37 WIB dengan jarak sekitar 600 meter dari lokasi semula. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Muntilan untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, tim SAR masih memburu dua penambang lain yang dilaporkan hilang, yakni Maryuni dan Hasyim, warga Dukuh Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Unit Siaga SAR Magelang, unsur TNI-Polri, relawan, serta warga setempat. Penyisiran dilakukan ke arah hilir sungai menggunakan metode darat, pemantauan udara dengan drone untuk memetakan alur sungai, serta dukungan anjing pelacak (K9).
Selain menyeret para penambang, banjir lahar dingin juga mengakibatkan kerusakan di area tambang. Tiga truk pengangkut pasir dilaporkan hanyut, dua alat berat dan belasan truk lainnya tertimbun material vulkanik.
Sebelumnya, satu warga juga dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Tim SAR menyatakan pencarian akan terus dilanjutkan dengan memperhatikan faktor keselamatan, mengingat potensi hujan di kawasan hulu Merapi masih dapat terjadi sewaktu-waktu dan berisiko memicu lahar susulan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Team Work |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi