SUARA INDONESIA

Dua Warga Pasuruan Tewas dalam Laka Maut di Probolinggo

Saifullah - 17 April 2026 | 14:04 - Dibaca 528 kali
Peristiwa Dua Warga Pasuruan Tewas dalam Laka Maut di Probolinggo
Mobil yang terlibat laka lantas di Kota Probolinggo. (Foto: Saifullah/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PROBOLINGGO – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di perempatan Pilang, Kota Probolinggo, pada Jumat (17/4/2026) dini hari. Dua warga Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah truk yang mereka tumpangi terlibat tabrakan keras.

Insiden bermula saat sebuah truk bermuatan bata ringan melaju dari arah barat ke timur di Jalan Soekarno-Hatta. Setibanya di perempatan Pilang, truk tersebut diduga hilang kendali dan menabrak bagian belakang truk tronton bermuatan besi yang tengah berhenti di lampu merah.

Akibat benturan keras itu, dua kernet truk bata ringan tewas di tempat kejadian. Keduanya diketahui bernama M. Shole (22) dan Rudi, warga Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Kedua korban mengalami luka parah di bagian dada dan kepala setelah sempat terjepit bodi kendaraan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, sopir truk bata ringan, Achmad Khoirul (26), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan, mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Sopir truk tronton, Suhardi, warga Malang, mengaku saat kejadian dirinya tengah berhenti sesuai rambu lalu lintas. Namun secara tiba-tiba, kendaraannya ditabrak dari belakang. 

“Saya berhenti karena lampu merah, tiba-tiba dari belakang langsung ditabrak keras. Saya kaget sekali,” ujarnya. 

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan sejumlah saksi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik, menyebutkan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kelalaian pengemudi truk bata ringan.

“Pengemudi diduga kurang konsentrasi atau mengantuk, sehingga tidak sempat melakukan pengereman saat kendaraan di depannya berhenti di lampu merah,” jelasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Saifullah
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV