SUARA INDONESIA, SUMENEP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi menurunnya cadangan air tanah sebagai dampak awal memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut diperkirakan akan memengaruhi ketersediaan air bersih, terutama di wilayah yang selama ini rentan mengalami kekeringan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai dirasakan pada Juli.
Seiring berkurangnya intensitas hujan, cadangan air bawah tanah diperkirakan mulai menyusut sehingga kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih berpotensi meningkat.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal baru bagi Kabupaten Sumenep. Pengalaman menghadapi kemarau panjang pada 2024 menunjukkan penurunan debit air tanah menjadi salah satu persoalan yang paling cepat dirasakan masyarakat sebelum kekeringan meluas ke berbagai wilayah.
Meski demikian, BPBD menilai dampak tersebut masih dapat diantisipasi apabila seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan sejak awal musim kemarau.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
"Yang jelas kita harus tetap siaga, tetap siap untuk mengantisipasi. Mungkin di musim kemarau itu akan terjadi beberapa fenomena, masyarakat membutuhkan air bersih karena air-air bawah tanah itu sudah mulai menipis misalnya," kata Abd. Kadir.
Ia menjelaskan, penurunan ketersediaan air tanah menjadi indikator awal yang terus dipantau BPBD. Sebab, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kekeringan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Karena itu, BPBD terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila kebutuhan suplai air bersih mulai meningkat di daerah terdampak.
Selain melakukan pemantauan, BPBD juga memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau berlangsung.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, pemerintah berharap dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.
"Alhamdulillah di tahun 2024 tidak ada persoalan. Kita tetap bisa memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat, termasuk terus berupaya agar masyarakat tidak lagi bergantung terhadap bantuan air bersih," pungkas Kadir. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Wildan Mukhlishah Sy |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi