SUARA INDONESIA, MALANG - Serangan hama tikus yang merajalela di wilayah Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, memicu desakan bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera mencairkan dana darurat.
Anggaran tersebut sangat dibutuhkan guna menyediakan obat-obatan pembasmi tikus demi menyelamatkan lahan pertanian warga yang kian kritis.
Kondisi memprihatinkan ini turut dirasakan langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Malang, Ali Murtadlo. Anggota dewan asal Kecamatan Jabung yang juga seorang pengelola pertanian ini mengaku sudah dua kali mengalami gagal panen.
Pria yang akrab disapa Gus Tadlo tersebut mengungkapkan bahwa pada awal musim hujan lalu, ia menanam padi seluas 3 hektar di Desa Sukolilo dan Desa Kemantren.
Setelah padi miliknya habis tak tersisa diserang tikus, ia mencoba beralih menanam jagung, namun hasilnya tetap sama yaitu gagal total.
Serangan hama ini tidak hanya menimpa lahan milik Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang tersebut. Berbagai komoditas pertanian milik warga sekitar juga dilaporkan ludes dikonsumsi kawanan tikus.
Komoditas lain seperti ubi jalar, tebu, hingga sayur-sayuran tak luput dari kerusakan. Fenomena ini dinilai menjadi ancaman besar yang dapat menghambat program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
Melihat urgensi di lapangan, Gus Tadlo meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang selaku Ketua TAPD untuk segera mengambil langkah taktis.
"Kami berharap Sekda dapat mengeluarkan anggaran dari pos dana darurat untuk belanja obat-obatan pembasmi tikus," ujar Gus Tadlo kepada Suara Indonesia, Sabtu (4/7/2026).
Bantuan ini dinilai krusial agar penanggulangan hama di Desa Sukolilo dan Desa Kemantren bisa berjalan maksimal.
Sebelumnya pada Sabtu (27/6/2026), para petani dan perangkat desa telah menggelar rapat bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kecamatan Jabung.
"Rapat tersebut menyepakati aksi "gropyokan" atau perburuan tikus massal yang dijadwalkan pada Senin (6/7/2026)," terang Gus Tadlo.
Namun, rencana aksi penyelamatan lingkungan ini terbentur keterbatasan stok obat pembasmi tikus di UPT Dinas Pertanian Kecamatan Jabung.
Stok obat yang ada saat ini diprediksi sangat tidak mencukupi untuk memproteksi total luasan lahan terdampak yang mencapai 35 hektar terdiri dari 30 hektar di Desa Sukolilo dan 5 hektar di Desa Kemantren.
Kini, para petani Jabung sangat menggantungkan harapan pada respons cepat pemerintah daerah. "Kami meminta intervensi nyata berupa penambahan anggaran obat-obatan agar pertanian kami pulih kembali," pungkas Gus Tadlo. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi