SUARA INDONESIA, GRESIK – Seorang pria bernama Didik Irwanto (45), asal Desa Purwodadi, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik babak belur setelah menjadi korban penganiayaan teman sendiri. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian mata sebelah kanan, kepala, pinggang, punggung, hingga luka di tangan dan kaki.
Peristiwa bermula saat korban sedang asik ngopi bersama temannya bernama Imam di sebuah warung kopi di Desa Ketapang, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tak lama kemudian, pelaku datang bersama temannya dan mereka akhirnya nongkrong bersama hingga larut malam. Namun saat itu pelaku tiba-tiba melihat seorang bernama Ipung yang tengah berada di proyek galian yang berlokasi di sebelah warung.
Tanpa panjang lebar, pelaku langsung menghampiri Imam, keduanya diduga terlibat perselisihan hingga terjadi cekcok.
Korban yang melihat peristiwa itu langsung berusaha melerai. Namun pelaku justru tak terima dan menghajar korban.
“Saya itu hanya melerai, karena saya kenal baik dengan keduanya, tapi saya yang jadi korban penganiayaan,” ucap korban dengan kondisi terbaring lemas, Sabtu (4/6/2026).
Tak berhenti disitu, korban yang kemudian pulang bersama temannya ternyata dibuntuti oleh pelaku. Korban yang saat itu dalam kondisi mabuk kembali dihajar oleh pelaku berkali-kali serta didorong hingga korban tergeletak di aspal.
“Setelah saya sadarkan diri ke esok harinya Minggu 28 Juni 2026. Saya melaporkan atas peristiwa ini ke pihak Kepolisian Polres Gresik. Semoga pihak penegak hukum segera menangkap pelaku, supaya memberikan efek jera,” terangnya.
Kasus penganiayaan tersebut saat ini tengah ditangani oleh Polres Gresik. Korban resmi membuat surat laporan Nomor STTLP/B/152/VI/2026/SPKT/POLRES GRESIK/POLDA JAWA TIMUR dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sesuai Undang-udang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagai mana dimaksud dalam Pasal 466 UU 1/2023. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi