SUARA INDONESIA

Partisipasi Pemilih di Pilkada Pemalang 2024 Rendah, Akademisi Soroti Faktor Sistemik

Ragil Surono - 20 February 2025 | 13:02 - Dibaca 855 kali
Politik Partisipasi Pemilih di Pilkada Pemalang 2024 Rendah, Akademisi Soroti Faktor Sistemik
Dr Nurhidayat (baju hitam berkacamata) dalam paparan hasil evaluasi pelaksanaan Pilkada Pemalang 2024. (Foto: Ragil/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, PEMALANG – Partisipasi pemilih dalam Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Pemalang dinilai rendah. Dr Nur Hidayat Sardini, Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro, menyebut ada sejumlah faktor sistemik yang perlu diperbaiki.

Secara umum, Pemilu dan Pilkada Pemalang 2024 yang digelar pada 27 November tahun lalu berlangsung lancar dan kondusif. Namun, partisipasi politik masyarakat justru mengalami kemunduran. Tingkat partisipasi pemilih berada di bawah 60 persen.

Hal ini diungkapkan Nur Hidayat dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar KPU Kabupaten Pemalang, Kamis (20/2).

Menurutnya, salah satu penyebab rendahnya angka partisipasi adalah kelelahan yang dirasakan pemilih, penyelenggara pemilu, dan partai politik. Dalam tahun yang sama, mereka harus menghadapi pemilu nasional pada 14 Februari, lalu pilkada pada 27 November.

"Ini alasan yang logis. Sebaiknya ada jeda waktu antara pemilu dan pilkada agar ada ruang untuk evaluasi," ujarnya.

Selain itu, pencalonan kepala daerah dinilai masih terlalu sentralistis. Banyak calon kepala daerah yang dipaksakan oleh pengurus pusat partai politik, meskipun bukan figur yang memiliki akar kuat di daerah.

"Akibatnya, mesin partai tidak bekerja maksimal. Karena calon yang diusung bukan yang benar-benar dikehendaki masyarakat, tapi lebih mencerminkan selera elite politik nasional," tambahnya.

Pilkada Pemalang 2024 diikuti tiga pasangan calon. Vicky Prasetyo - Muhammad Suhendi yang diusung PKB meraih 121.158 suara (19,39 persen). Mansyur Hidayat - Muhammad Bobby Dewantara yang diusung koalisi Gerindra, PDIP, NasDem, Demokrat, PAN, PKS, PPP, Garuda, dan PKN mendapatkan 225.503 suara (36,10 persen). Sementara Anom Widiantoro - Nurcholis, yang diusung Golkar, PSI, Perindo, Gelora, dan Buruh, unggul dengan 278.043 suara (44,51 persen).

KPU Pemalang dalam berita acara Nomor 387/PL.026-BH/3327/2024 menetapkan pasangan Anom Widiantoro - Nurcholis sebagai pemenang. Sempat ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi dari pasangan Vicky Prasetyo - Muhammad Suhendi, tetapi ditolak karena melewati batas waktu registrasi.

Dari total pemilih terdaftar sebanyak 1.144.693 orang, hanya 669.290 yang menggunakan hak pilih. Artinya, tingkat partisipasi pemilih hanya 58,47 persen. Sebaliknya, angka golput mencapai 41,53 persen, hampir setara dengan suara yang diraih pasangan pemenang.

Meski begitu, pemerintah daerah berupaya menjaga kondusivitas pasca-Pilkada. Bupati petahana yang kalah dan pasangan terpilih dipertemukan untuk menunjukkan bahwa proses demokrasi berjalan baik dan diterima semua pihak. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Ragil Surono
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV