SUARA INDONESIA, MALANG - Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Malang yang akan digelar pada Minggu (29/3/2026), bursa pemilihan Ketua DPC semakin menghangat. Salah satu figur kuat yang muncul adalah Ali Murtadlo, atau yang akrab disapa Gus Tadlo.
Anggota DPRD Kabupaten Malang ini menyatakan kesiapannya untuk maju dan membawa misi besar memenangkan PKB pada Pemilu 2029 mendatang.
Gus Tadlo bukanlah orang baru di lingkungan nahdliyin dan PKB. Pria asal Kecamatan Jabung ini memiliki rekam jejak organisasi yang sangat matang. Saat ini, ia dipercaya menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Kabupaten Malang sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang.
Pengalamannya di legislatif pun tak perlu diragukan karena telah menjabat selama dua periode. Bahkan pada pemilu 2024 menjadi peraih suara terbanyak dari caleg PKB Kabupaten Malang.
Di luar jalur politik, pengabdian Gus Tadlo di organisasi otonom Nahdlatul Ulama sangat kental. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Jabung.
Tak hanya itu, kiprahnya di dunia kepemudaan dan pengamanan juga mentereng, mulai dari menjabat sebagai Kasatkorcab Banser Kabupaten Malang hingga posisi Wakil Kasatkorwil Banser Jawa Timur.
"Target utama kami adalah soliditas partai. Jika dipercaya memimpin, fokus saya adalah memastikan PKB menjadi pemenang di Kabupaten Malang dan meraih hasil maksimal di Pemilu 2029," ujar Gus Tadlo saat dikonfirmasi mengenai kesiapannya, Sabtu (28/3/2026).
Langkah Gus Tadlo menuju kursi Ketua DPC diprediksi tidak akan mudah. Ia harus bersaing dengan sejumlah tokoh besar lainnya yang juga meramaikan bursa calon.
Di antaranya adalah sang petahana Kholiq, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Malang Abdullah Sattar, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, serta Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi.
Siapa yang akan memimpin partai berlambang bola dunia ini untuk lima tahun ke depan? Semua akan terjawab dalam Muscab yang akan berlangsung besok akhir pekan. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi