SUARA INDONESIA

Kudatuli Jadi Momentum PDI Perjuangan Sumenep Perkuat Soliditas dan Komitmen Bela Rakyat

Wildan Mukhlishah Sy - 28 July 2026 | 10:07 - Dibaca 42 kali
Politik Kudatuli Jadi Momentum PDI Perjuangan Sumenep Perkuat Soliditas dan Komitmen Bela Rakyat
Peringatan Hari Kudatuli DPC PDI Perjuangan Sumenep. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, SUMENEP - Peringatan Hari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996 (Kudatuli) 2026 dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep sebagai momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meneguhkan komitmen kader untuk terus berpihak kepada kepentingan masyarakat kecil. 

Refleksi sejarah tersebut dikemas melalui doa bersama, santunan anak yatim, hingga orasi ideologi yang berlangsung di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Sumenep, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Senin (27/07/2026) malam. 

Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti tahlil dan doa bersama yang berlangsung khusyuk sebagai refleksi atas salah satu peristiwa bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan lahir dan berkembangnya PDI Perjuangan.

Peringatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim, Ketua PD Muhammadiyah Sumenep Dr. Zainuddin, budayawan, organisasi kepemudaan, serta jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan Hari Kuda Tuli bukan sekadar agenda rutin tahunan.

Menurutnya, peristiwa tersebut menyimpan nilai perjuangan yang patut terus dijaga dan diwariskan kepada seluruh kader sebagai bekal dalam mengabdi kepada masyarakat.

"Peristiwa Kuda Tuli mengajarkan bahwa perjuangan tidak pernah lahir dari kenyamanan. Sejarah itu menjadi pengingat bahwa kader PDI Perjuangan harus tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan meski menghadapi berbagai tantangan," ujar Fauzi.

Bupati Sumenep itu menilai semangat Kuda Tuli harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, bukan berhenti pada romantisme sejarah.

Nilai keberanian, keteguhan memegang idealisme, serta keberpihakan kepada rakyat kecil, menurutnya, menjadi fondasi utama yang harus terus dihidupkan oleh setiap kader di berbagai lini pengabdian.

Ia menegaskan, sejarah perjuangan tersebut harus menjadi inspirasi dalam membangun organisasi sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kerja-kerja politik yang berpihak pada kepentingan publik.

Fauzi juga mengajak seluruh kader menjadikan refleksi Hari Kuda Tuli sebagai sarana memperkuat persatuan internal partai, menjaga konsistensi terhadap ideologi, serta meneruskan semangat perjuangan para pendahulu demi kepentingan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

"Semangat Kuda Tuli harus hidup dalam setiap langkah pengabdian. Kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pelayan rakyat, serta menjadi garda terdepan dalam membela wong cilik," tegas Fauzi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan puisi bertema kebangsaan oleh Budayawan Sumenep Ibnu Hajar yang semakin menghidupkan suasana reflektif. 

Selanjutnya, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep Darul Hasyim Fath, menyampaikan Orasi Kuda Tuli yang mengajak seluruh kader untuk terus merawat semangat perjuangan, menjaga ideologi partai, dan mengabdikan diri kepada masyarakat dengan semangat Kuda Tuli yang tak pernah padam. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV