PASURUAN, Suaraindonesia.co id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan telah menyerahkan kartu perlindungan jaminan sosial kepada 86 pedagang Pasar Ranggeh di Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.
Secara simbolis diserahkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan, Trioki Susanto, kepada Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ranggeh, Sutrisno, Kamis (08/06/2023).
Trioki mengatakan, Paguyuban Pedagang Pasar Ranggeh merupakan paguyuban pertama di wilayah Kabupaten Pasuruan yang mendaftarkan anggotanya ke program BPJS Ketenagakerjaan.
Para pedagang pasar ini secara sukarela mendaftarkan diri untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dikemukakan, potensi di pasar ini ada sekitar 650 pedagang. Diharapkan seluruhnya terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, karena menurutnya program ini sangat penting dan manfaatnya cukup besar.
“Tujuan program pemerintah ini baik, melindungi pedagang pasar supaya tidak cemas dan terus semangat serta meningkatkan produktifitas dalam bekerja,” kata Trioki.
Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pedagang bebas dari rasa cemas saat berusaha. Dengan iuran Rp 16.800,- per bulan untuk 2 program, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), resiko kecelakaan kerja dan kematian pasti tercover.
Trioki pun menyampaikan apresiasinya pada pedagang di pasar ini. "Baru dua minggu kami sosialisasikan program sudah 86 pedagang yang daftar sebagai peserta," ungkapnya.
Disamping itu, untuk memberikan kemudahan dalam pemberian informasi, proses pendaftaran serta akses pembayaran lanjutan iuran, telah dibentuklah Keagenan Perisai di Paguyuban Pedagang Pasar Ranggeh ini.
“Kami sudah membentuk Agen Perisai di paguyuban pasar ini. Pembentukan agen ini diharapkan dapat secara aktif mengayomi pedagang untuk daftar dan cara membayar iuran per bulan serta memberikan informasi seputar BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.
Selain itu, ia juga menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk secara bertahap mensosialisasi pada seluruh pedagang dan pekerja di pasar tersebut. Hal itu supaya semuanya memahami manfaat program BPJS Ketenagakerjaan.
"Kami pastikan bahwa seluruh pedagang dan pekerja pasar ini nantinya akan memiliki perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan, karena dengan mengikuti program ini mereka akan lebih produktif karena merasa tenang dalam bekerja,” tutur Trioki.
Senada, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ranggeh, Sutrisno juga memberikan apresiasi pada pedagang yang telah sukarela dan sadar mendaftarkan diri untuk dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.
Dikatakan, kedepan pengurus paguyuban yang juga Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan ini akan berupaya mendaftarkan seluruh pedagang ke program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga semuanya terlindungi jaminan sosial.
"Harapan kami dengan telah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan semua pedagang di pasar ini dapat meningkatkan kesejahteraannya, karena lebih semangat dan tanpa cemas," kata Sutrisno.
Salah seorang pelaku usaha di Pasar Ranggeh, Mohammad Nadif, mengaku telah daftar BPJS Ketenagakerjaan karena ingin merasa aman.
"Buat jaga-jaga. Dan lagi daftarnya gampang, cuma pakai KTP, serta bayarnya hanya Rp 16.800,- per bulan," ujarnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi