SUARA INDONESIA

Selain Pesonanya Nan Indah, Julukan Wisata Batu Tilam di Kampar Ternyata Miliki Arti Tersendiri

- 03 May 2021 | 08:05
Wisata Selain Pesonanya Nan Indah, Julukan Wisata Batu Tilam di Kampar Ternyata Miliki Arti Tersendiri

KAMPAR - Destinasi wisata Batu Tilam menjadi pesona baru di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Tak heran jika wisatawan minat untuk berkunjung di sana, selain pemandangan, air terjun tak kalah indah untuk memberikan ketenangan. 

Namun, dibalik potensi alam yang jauh dari pemukiman warga tersebut, kondisi aksesibilitas jalan untuk menuju ke tempat ini masih cukup sulit karena keterbatasan sarana infrastruktur jalan yang hingga kini belum memadai.

Lokasinya berada di mulut gua dinding-dinding puncak Bukit Barisan. Air terjun Batu Tilam ditemukan oleh beberapa orang warga pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2015 keberadaan air terjun tersebut mulai dijelajahi kembali oleh perangkat desa, tokoh masyarakat desa beserta warga.

Kawasan wisata Batu Tilam memiliki beberapa goa dan 27 air terjun, terletak di Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) award, bersama 10 nominator lainnya bersaing pada tahun 2020 lalu. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Promosi Wisata, David Hendra mengungkapkan, Batu Tilam sangat memikat. Dikatakannya, air terjunnya yang cukup banyak dan beberapa air terjun merupakan yang tertinggi di Kabupaten Kampar. 

"Mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Desa (Pemdes) Kebun Tinggi dan masyarakat setempat, destinasi wisata Batu Tilam sudah sangat siap untuk memanjakan pengunjung dengan akomodasi alami," Jelas David kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

David menceritakan sejarah julukan Batu Tilam, dulunya batu ini ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Batu tersebut meyerupai tempat tidur (tilam), masyarakat kerap tidur diatasnya saat bersembunyi.

"Tak jarang pendahulu kita dulu berlindung di Goa ini, batu ini tersebut digunakan sebagai tempat tidur, makanya dinamakan Batu Tilam (tempat tidur),” tuturnya. 

Kendati demikian, David menyebut tak dapat memastikan tahun berapa objek wisata tersebut diberi nama.

“Perlu kajian dan pendalaman lagi terkait penjulukan Batu Tilam, saking barunya objek wisata ini kita tidak tau jelas tahun berapa tempat ini diberi julukan itu,” tutupnya. (Andika Wiranata).

Pewarta :
Editor : Nanang Habibi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV