SUARA INDONESIA

Dishub Trenggalek Tunda Operasional Angkutan Pelajar, Tunggu Hasil Survei Peminatan

Wahyu Asmoro - 16 April 2026 | 12:04 - Dibaca 189 kali
Advertorial Dishub Trenggalek Tunda Operasional Angkutan Pelajar, Tunggu Hasil Survei Peminatan
Kabid Angkutan Dishub Trenggalek, Budi Supriyanto saat menyampaikan pelayanan angkutan pelajar. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, TRENGGALEK - Layanan angkutan antar jemput pelajar di Kabupaten Trenggalek hingga pertengahan April 2026 belum beroperasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek menunda pelaksanaan layanan tersebut untuk melakukan pengawasan peminatan siswa sebagai dasar penentuan rute dan jumlah armada.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Trenggalek, Budi Supriyanto, mengatakan hingga saat ini layanan angkutan pelajar belum dijalankan, baik menggunakan kendaraan dinas maupun armada sewa.

“Seperti yang kami ketahui sampai dengan hari ini, kami belum melaksanakan untuk pelayanan angkutan pelajar, baik itu menggunakan kendaraan dinas kami, maupun dari angkutan pelajar sewa,” jelasnya.

Menurut Budi, pola pelaksanaan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika biasanya layanan sudah mulai beroperasi sejak Maret, kini Dishub memilih melakukan survei terlebih dahulu agar program lebih tepat sasaran.

“Insyaallah pada minggu depan akan melangsungkan survei peminatan sebagai dasar untuk memplotkan jumlah armada dan arah yang kami layani, tidak seperti tahun lalu,” ujarnya.

"Biasanya mulai beroperasi di bulan Maret, tetapi untuk tahun ini pola kami dengan ubah melakukan survei peminatan terlebih dahulu, biar tepat sasaran,” imbuhnya.

Ia memastikan, layanan angkutan penumpang nantinya tetap menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Trenggalek, baik kawasan perkotaan maupun kecamatan yang jauh dari pusat kota

“Keseluruhan wilayah di Trenggalek kami layani, baik di kecamatan yang jauh dari kota maupun wilayah kota,” katanya.

Dari sisi armada, Dishub menyiapkan total 40 unit kendaraan yang terdiri dari 4 unit kendaraan dinas dan 36 unit angkutan sewa. Anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

“Untuk armada yang beroperasi dari dinas kami sebanyak 4 unit dan yang dari sewa angkutan umum ada 36 unit, dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, layanan angkutan pelajar ini mampu mengangkut sekitar 750 hingga 800 siswa setiap hari. Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis karena tidak semua pelajar menggunakan armada yang sama saat pulang

“Untuk total keseluruhan per hari 750 sampai 800 siswa. Kadang-kadang anak yang paginya berangkat bareng angkutan pelajar, siangnya tidak bareng,” ujarnya.

Budi menambahkan, rute dengan jumlah penumpang tertinggi selama ini berada di wilayah Kecamatan Trenggalek, Munjungan, dan Panggul.

“Relatif sama untuk jurusan, dan yang tertinggi di wilayah Kecamatan Trenggalek, Munjungan, dan Panggul,” tutupnya. (ADV)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wahyu Asmoro
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV