SUARA INDONESIA

Tidak Tebang Pilih Jabatan, Pemkab Jember Terjunkan Seluruh ASN untuk Verval Data Kemiskinan

Fathur Rozi - 23 April 2026 | 10:04 - Dibaca 1.40k kali
Advertorial Tidak Tebang Pilih Jabatan, Pemkab Jember Terjunkan Seluruh ASN untuk Verval Data Kemiskinan
Bupati Jember Muhammad Fawait saat Live di kanal YouTube Wadul Gus'e, Minggu (19/4/2026). (Foto: istimewa)

SUARA INDONESIA, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam program Verifikasi dan Validasi (Verval) data Kemiskinan, libatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa tebang pilih jabatan. 

Baik dari ASN di tingkat bawah hingga Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, ikut diterjunkan untuk memverifikasi data desil satu di Kabupaten Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menjelaskan, menyelesaikan kemiskinan tidak cukup ia seorang ataupun Dinas Sosial saja, tetapi perlu semua pihak untuk mengentaskan masalah tersebut.

“Maka kita perlu sebuah cara yang bersama-sama, tidak melihat apakah itu eselon 2, eselon 3 atau eselon 4, semua turun. Dan itu berhasil dilakukan di Kota Surabaya,” ujarnya saat live di Kanal YouTube Wadul Gus'e, Minggu (19/4/2026).

Baginya, hal itu dapat dilakukan oleh Jember mengingat Surabaya saja bisa. “Maka dilakukanlah kebijakan tersebut, kami minta tolong kepada para ASN semuanya untuk mendata,” ucapnya.

Terlebih, kata Fawait, setiap ASN hanya dibebani tiga hingga lima KK saja, bukan ratusan selayaknya petugas sensus.

“Kita sadar bahwa mencari data yang tepat tidak mudah, tapi susah. Tapi ini hanya lima bahkan tiga rumah, bukan data ratusan. Kalau Petugas Sensus itu ratusan bahkan ribuan,” kata Fawait.

Namun, buah perjuangan yang pihaknya lakukan terbukti setelah beberapa data verifikasi oleh ASN masuk. “Ada yang umurnya beda dan ada yang meninggal tapi dipindah tangankan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya bukan pula tidak mempercayai data yang disajikan Badan Pusat Statistik (BPS) maupun Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Bukan tidak percaya, tapi kita ingin menampung aspirasi dari masyarakat tentang Bansos yang diduga salah sasaran,” terangnya.

Maka dari itu, ia meminta seluruh ASN di lingkungan Pemda Jember untuk memverifikasi data yang dimaksud. “Sekali lagi saya sampaikan kepada seluruh ASN, bahwa kita dalam kondisi gawat darurat, bisa dikatakan krisis kemiskinan. Sehingga harus bersama-sama untuk mengecek data,” pungkasnya.(*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Fathur Rozi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV