SUARA INDONESIA

Pemkab Bondowoso Perluas Fiber Optik, Pemangkasan Pohon Jadi Ancaman Infrastruktur Digital

Bahrullah - 18 June 2026 | 17:06 - Dibaca 1.04k kali
Advertorial Pemkab Bondowoso Perluas Fiber Optik, Pemangkasan Pohon Jadi Ancaman Infrastruktur Digital
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi saat memberikan sambuatan pada acara ICN di Pendopo Bupati Bondowoso

BONDOWOSO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus menggenjot pembangunan infrastruktur digital sebagai tulang punggung pelayanan publik. Namun di balik perluasan jaringan internet yang semakin masif, masih ada persoalan klasik yang terus menghantui, yakni putusnya kabel fiber optik akibat aktivitas pemangkasan maupun penebangan pohon tanpa koordinasi.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Jaringan Intra Pemerintah yang digelar di Bondowoso, Kamis (18/6/2026).

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan keberhasilan transformasi digital bukan hanya ditentukan oleh pembangunan jaringan, tetapi juga kesadaran seluruh pihak untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah.

Menurut Fathur Rozi, saat ini seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bondowoso telah terhubung dalam jaringan intra pemerintah.

Sebanyak 93 titik layanan telah tersambung ke jaringan pemerintah daerah. Dari jumlah tersebut, 91 titik memanfaatkan jaringan fiber optik yang dibangun secara mandiri oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sementara dua titik lainnya menggunakan jalur Metronet sebagai jaringan cadangan.

Keberadaan jaringan tersebut menjadi fondasi utama berbagai layanan pemerintahan berbasis digital, mulai administrasi pemerintahan, pelayanan kesehatan, hingga pelayanan publik lainnya yang kini semakin bergantung pada koneksi internet berkecepatan tinggi.

Tak berhenti di situ, pada 2026 Kominfo kembali memperluas pembangunan jaringan fiber optik. Penambahan akan dilakukan di dua kecamatan serta dua puskesmas yang berada di wilayah Sukosari dan Sumberwringin.

Selain ekspansi fiber optik, pemerintah daerah juga meningkatkan kualitas jaringan Local Area Network (LAN) di 65 lokasi strategis yang meliputi kantor OPD, kecamatan, puskesmas hingga kelurahan.

Penguatan jaringan internal tersebut mencakup pemasangan kabel LAN baru sekaligus penambahan perangkat access point atau WiFi pada ruang pelayanan publik, ruang kerja pegawai hingga ruang rapat agar seluruh aktivitas pemerintahan berjalan lebih efisien.

Sebagai penopang layanan digital, Pemkab Bondowoso juga menyiapkan kapasitas internet dedicated sebesar 1,5 Gigabit per detik (Gbps). Bandwidth besar tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan seluruh layanan digital pemerintah daerah yang terus berkembang.

Saat ini sebaran jaringan fiber optik yang dikelola Kominfo telah mencakup 35 titik OPD, 22 kantor kecamatan, 24 puskesmas dan 10 kelurahan.

Sementara perluasan jaringan LAN menargetkan 15 OPD, 18 kecamatan, 22 puskesmas dan 10 kelurahan atau total 65 lokasi yang menjadi prioritas peningkatan kualitas jaringan.

Meski pembangunan infrastruktur terus dikebut, Fathur Rozi mengingatkan ancaman terbesar justru berasal dari faktor nonteknis.

Ia menyebut kerusakan kabel fiber optik paling sering terjadi akibat aktivitas pemotongan ranting maupun penebangan pohon di sepanjang jalan tanpa adanya koordinasi dengan tim teknis Kominfo.

Akibatnya, koneksi internet pada sejumlah instansi pemerintah bisa terputus secara mendadak. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pekerjaan aparatur sipil negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Karena itu, seluruh instansi maupun pihak yang melakukan pemangkasan pohon diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kominfo apabila terdapat jalur kabel fiber optik di lokasi pekerjaan.

Apabila terjadi gangguan internet secara tiba-tiba, setiap perangkat daerah juga diminta segera melaporkan kepada tim teknis Kominfo agar dilakukan pengecekan fisik terhadap jaringan dan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Fathur Rozi berharap seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam menjaga infrastruktur digital yang telah dibangun. Menurutnya, transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan jaringan internet, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar konektivitas tetap stabil dan pelayanan publik tidak terganggu.

"Keberhasilan digitalisasi pemerintahan bergantung pada kualitas jaringan yang andal sekaligus kepedulian bersama dalam menjaga infrastruktur tersebut," tegasnya.


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Bahrullah
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV