SUARA INDONESIA

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Peserta Bangun Masa Depan

M.Ganefudin - 05 July 2026 | 00:07 - Dibaca 73 kali
Advertorial BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Peserta Bangun Masa Depan
Teks Foto: Dirut BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat (2 dari kiri) di acara soft launching Program PEKA sekaligus pelatihan usaha di Sidoarjo, Sabtu (4/7/2026). (Foto: dok. BPJS Ketenagakerjaan)

SUARA INDONESIA, SIDOARJO – BPJS Ketenagakerjaan memperluas makna perlindungan jaminan sosial melalui pendekatan Value Beyond Protection, sebuah arah strategis yang memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada pembayaran santunan, tetapi menjadi pengungkit kemandirian ekonomi keluarga pekerja.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi BPJS Ketenagakerjaan dalam Rencana Strategis 2027–2031 untuk menghadirkan manfaat perlindungan yang semakin berdampak dan berkelanjutan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial tidak lagi hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi dari kemampuan manfaat tersebut dalam membantu keluarga peserta bangkit, mandiri, dan kembali produktif setelah menghadapi risiko.

“Hari ini kami menghadirkan pelatihan pemberdayaan bagi 80 ahli waris penerima manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di wilayah Surabaya Raya. Kami ingin memastikan bahwa perlindungan tidak berhenti ketika manfaat dibayarkan, tetapi berlanjut melalui peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik," kata Saiful di Sidoarjo, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, santunan yang diterima ahli waris harus dipandang sebagai modal untuk membangun kehidupan baru, bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

“Kami berharap santunan yang diterima tidak berhenti sebagai dana konsumtif, tetapi menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri," lanjutnya.

"Karena itu, setelah manfaat diberikan, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan (PEKA) sebagai sarana meningkatkan produktivitas ahli waris melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pemasaran. Kami ingin mereka memiliki bekal untuk membangun usaha yang berkelanjutan," tambahnya.

Ia menegaskan, perlindungan sosial harus terus hadir bahkan setelah manfaat dibayarkan. "Negara harus hadir tidak hanya ketika risiko terjadi, tetapi juga setelahnya. Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan memiliki kesempatan untuk bangkit, kembali produktif, dan mampu menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan. Itulah esensi perlindungan sosial yang sesungguhnya," tuturnya.

Saiful menjelaskan, pendekatan tersebut merupakan implementasi strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Coverage, Care, dan Credibility. Melalui pilar Care, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Value Beyond Protection, yakni memperluas manfaat perlindungan sosial melalui pemberdayaan ekonomi. 

Implementasi nilai tersebut diwujudkan melalui Program PEKA yang dikembangkan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ketenagakerjaan.

Program ini mengusung konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit, sebagai tahapan untuk membekali peserta dengan keterampilan, mendorong lahirnya usaha yang produktif, hingga menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

“Pelaksanaan hari ini merupakan soft launching Program PEKA. Ke depan, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi ahli waris penerima manfaat JKM dan JKK, tetapi juga akan diperluas kepada pekerja yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) sebelum menerima manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) melalui kolaborasi dengan perusahaan pemberi kerja. Harapannya, semakin banyak pekerja dan keluarganya yang memiliki bekal untuk tetap produktif, mandiri, dan sejahtera setelah memasuki fase kehidupan berikutnya,” jelas Saiful.

“Inilah makna Value Beyond Protection. Kami ingin memastikan setiap manfaat yang diberikan tidak hanya menghadirkan rasa aman ketika risiko terjadi, tetapi juga menjadi investasi sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya secara berkelanjutan,” lanjut dia.

Implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui Program PEKA yang digelar di Sidoarjo. Sebanyak 80 ahli waris penerima manfaat JKM dan JKK dari Kantor Cabang Surabaya Karimunjawa, Surabaya Tanjung Perak, Surabaya Darmo, Juanda dan Sidoarjo mengikuti pelatihan bertema “Membangun Daya Tarik Produk Melalui Kemasan dan Promosi Digital” yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengembangkan produk, memperkuat kemasan, serta memanfaatkan pemasaran digital agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan simbolis manfaat JKK dan JKM serta Beasiswa kepada ahli waris almarhum Riza Ifadha Ananta sebesar Rp 258 juta, ahli waris almarhum Moch Isnaini sebesar Rp 248 juta, dan ahli waris almarhum Sosor Manik sebesar Rp 461 juta. Total manfaat yang diserahkan mencapai hampir Rp 967 juta.

Kegiatan ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi XI, Indah Kurnia. Indah mengapresiasi transformasi layanan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga memastikan ahli waris memperoleh bekal untuk melanjutkan kehidupan secara mandiri.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan, komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan yang menyeluruh juga tercermin dari meningkatnya penyaluran manfaat kepada para peserta.

Hingga Juni 2026, lanjut Utoh, Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim telah menyalurkan total manfaat sebesar Rp 3,8 triliun kepada 331.199 penerima manfaat. Angka ini meningkat sekitar Rp 700 miliar dibandingkan realisasi pada Mei 2026 yang sebesar Rp 3,1 triliun.

Mengenai pelatihan pemberdayaan bagi 80 ahli waris penerima manfaat JKM dan JKK ini, kata Utoh, merupakan tindak lanjut dari arahan Dirut BPJS Ketenagakerjaan. Pelatihan seperti ini seminggu sebelumnya juga telah dilaksanakan di Malang, bekerja sama dengan Grab Indonesia, diikuti sekitar 100 ahli waris penerima manfaat. 

​Ke depannya, Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim akan mendorong semua kantor cabang di Jatim untuk melaksanakan program ini dengan mencari mitra kerja di wilayah masing-masing, seperti dengan Kemnaker, operator online atau dengan pihak perbankan.

"​Dengan memberikan pelatihan kewirausahaan, kita berharap santunan BPJS Ketenagakerjaan yang mereka terima bermanfaat menjadi lebih produktif, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari atau konsumtif," terang Utoh.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo, Muhammad Zulkarnaen ikut menyampaikan, program ini memperluas manfaat perlindungan sosial melalui pemberdayaan ekonomi, sehingga manfaat yang diterima tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan keluarga pekerja secara berkelanjutan.

Zulkarnaen menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo siap menindaklanjuti program ini. "Kami siap bekerja sama dengan mitra kerja untuk memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para penerima manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka menjadi keluarga pekerja yang lebih tangguh, produktif, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan. (Gan)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : M.Ganefudin
Editor : Satria Galih Saputra

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV