SUARA INDONESIA, CILACAP - Tradisi rebutan gunungan kembali meramaikan kegiatan memetri bumi di Desa Kuripan Lor, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Ratusan warga yang sejak lama menunggu arak-arakan gunungan, langsung berebut gunungan berisi hasil bumi seperti sayur-mayur, buah-buahan dan lainnya.
Momen keseruan tersebut lantas menjadi pusat perhatian dan tontonan. Adapun rebutan gunungan ini menjadi simbol rasa syukur dan berkah yang paling dinanti warga Desa Kuripan Lor.
Sebelumnya, gunungan hasil bumi ini diarak terlebih dahulu, dimulai dari panembahan Sumur Gemuling menuju Pendopo Balai Desa.
Kepala Desa Heni Hernafianto pun tampak mengikuti kirab gunungan disertai jolen tersebut. Dengan mengenakkan pakaian adat jawa, kades bersama sang istri berjalan kaki menuju Balai Desa.
Heni mengungkap, ada tujuh gunungan yang telah dipersiapkan sebelumnya dan menjadi rebutan warga Desa Kuripan Lor dan sekitarnya pada memetri bumi tahun ini.
"Ini wujud syukur warga masyarakat dengan berbagi gunungan berisi hasil bumi untuk menambah keberkahan, dengan harapan warga senantiasa diberikan keselamatan, dan dijauhi dari segala mara bahaya," ujarnya.
Tradisi rebutan gunungan ini, menjadi salah satu rangkaian kegiatan memetri bumi di desa tersebut. Sebelumnya, kegiatan yang menjadi tradisi warga setiap tahunnya ini, diawali ziarah ke sejumlah makam lelulur terlebih dahulu.
Ziarah ke makam leluhur ini dilakukan pada Jumat (3/7/2026), dilanjutkan kegiatan doa bersama di Pendopo Balai Desa setempat dan panembahan Sumur Gemuling.
"Disamping mengirim doa untuk para arwah leluhur, juga sebagai eling-eling (pengingat) bahwa kita semua yang ada di bumi pasti akan meninggal," kata Heni.
"Dan dengan eling ini, akan melahirkan budi pekerti dan adab yang baik semasa hidup," lanjut Kades Kuripan Lor ini.
Setelah itu, keesokan harinya dilanjutkan kirab gunungan dan jolen, serta ruwatan bumi pada siang hari dan hiburan wayang kulit semalam suntuk pada malam hari dengan menghadirkan Ki Dalang Jagat Satria dari Nusawungu.
Heni menyampaikan selain kirab, ada pula begalan dan tari-tarian tradisional untuk menambah semarak acara.
Acara tersebut menjadi simbol pelestarian adat oleh masyarakat desa setempat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Selain diberikan keberkahan dan keselamatan, melalui kegiatan ini, kami berharap warga Desa Kuripan Lor semakin guyub rukun serta mewujudkan desa ke depan menjadi desa "baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur"," pungkas Heni. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Satria Galih Saputra |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi