SUARA INDONESIA, GRESIK - PT Xinyi Solar Indonesia resmi melakukan ekspor perdana solar glass ke India hingga menghasilkan devisa lebih dari Rp1,9 miliar. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan yang berdiri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik tersebut dengan Kantor Bea dan Cukai Gresik.
Administrator KEK Gresik dalam memastikan proses kepabeanan dan pemanfaatan fasilitas kawasan berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan. Sehingga ekspor perdana ini tidak hanya menjadi capaian perusahaan, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan ekonomi di kawasan serta dukungan terhadap proyek strategis nasional di KEK JIIPE.
“Kami memandang investasi dan ekspor ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," kata Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, Rabu (4/3/2026).
"Bea Cukai hadir untuk memastikan fasilitas kepabeanan mendukung percepatan realisasi proyek strategis nasional secara optimal dan akuntabel,” imbuhnya.
Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bea Cukai Gresik atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi yang solid antarinstansi menjadi kunci dalam menciptakan kepastian layanan bagi pelaku usaha di kawasan.
Ia menjelaskan, dari lima klasterisasi industri di KEK Gresik, PT Xinyi Solar Indonesia termasuk dalam Klaster Industri Manufaktur dan Energi Terbarukan, melengkapi klaster lainnya seperti Klaster Industri Hilirisasi Mineral yang sebelumnya diisi oleh PT Freeport Indonesia.
“Ekspor perdana ini menjadi bukti nyata peran KEK Gresik sebagai pusat investasi baru, pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pemerataan pembangunan industri di daerah, serta sarana transfer teknologi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri energi terbarukan,” jelasnya.
Kehadiran investasi industri hijau di KEK Gresik menjadi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan transformasi struktur industri Indonesia menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi