SUARA INDONESIA

Aktivitas Bongkar Muat Diprediksi Naik hingga 25 Persen Jelang Lebaran 2026

Jefri Hadi - 05 March 2026 | 22:03 - Dibaca 583 kali
Ekbis Aktivitas Bongkar Muat Diprediksi Naik hingga 25 Persen Jelang Lebaran 2026
Aktivitas bongkar muat di sejumlah pelabuhan diperkirakan meningkat signifikan menjelang Lebaran 2026, (Foto: Humas TPS Pelindo Grup/suaraindonesia.co id)

SUARA INDONESIA, SURABAYA – Aktivitas bongkar muat di sejumlah pelabuhan diperkirakan meningkat signifikan menjelang Lebaran 2026, Kamis (5/3/2026).

Peningkatan volume diprediksi mencapai sekitar 20 persen dibanding hari biasa, bahkan dapat menembus 25 persen sekitar 10 hari sebelum Idulfitri, seiring melonjaknya permintaan barang konsumsi dan distribusi logistik nasional.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, mengatakan lonjakan aktivitas bongkar muat sudah mulai terlihat sejak akhir 2025 dan diperkirakan terus meningkat mendekati Lebaran.

“Sejak Desember sudah terlihat peningkatan aktivitas bongkar muat. Nanti menjelang Lebaran bisa naik sekitar 25 persen dibanding hari biasa,” ujar Frans.

Menurutnya, kenaikan arus barang dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang perayaan keagamaan, termasuk saat Imlek yang kemudian berlanjut hingga periode Ramadan dan Idulfitri.

Komoditas yang mendominasi peningkatan tersebut antara lain kebutuhan konsumsi musiman seperti bahan pangan, produk fesyen, hingga perlengkapan Lebaran.

Perputaran barang tersebut dinilai memberi dampak positif terhadap sektor ritel maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Perputaran uang menjadi lebih cepat karena kebutuhan masyarakat meningkat,” katanya.

Peningkatan arus logistik menjelang Lebaran juga tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah–DIY, Teguh Arif Handoko, menyebut volume kargo di kawasan tersebut meningkat tajam.

Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, rotasi kontainer yang biasanya berkisar 2.800 unit per hari kini meningkat menjadi sekitar 3.000 unit per hari.

Menurut Teguh, selain momentum Lebaran, peningkatan aktivitas logistik juga dipicu oleh pertumbuhan industri di Jawa Tengah, khususnya di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Tahun 2023 throughput sekitar 700 ribu TEUs, lalu naik menjadi 800 ribu TEUs pada 2024. Pada 2025 sudah tembus 1 juta TEUs,” kata Teguh.

Meski demikian, ia menilai potensi pertumbuhan masih besar karena baru sekitar 20 persen perusahaan di kawasan industri tersebut yang telah beroperasi penuh.

Strategi Antisipasi di Tanjung Perak

Sementara itu, pelaku logistik di Jawa Timur juga menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus barang menjelang Lebaran.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Jawa Timur, Sebastian Wibisono, memprediksi arus logistik di wilayah tersebut dapat meningkat hingga 80 persen karena Surabaya menjadi jalur transit utama distribusi barang ke kawasan Indonesia timur.

Untuk mengantisipasi potensi penumpukan, pelaku logistik menerapkan strategi pengalihan lokasi penyimpanan sementara di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Gudang yang biasanya digunakan untuk penyimpanan barang ekspor akan dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor, setelah mendapatkan koordinasi dan izin dari otoritas Bea Cukai.

“Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor dan impor. Di sini ada dua terminal utama, yaitu Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya,” ujar Wibisono.

Pada tahun lalu, lonjakan arus logistik bahkan sempat mencapai 103 persen. Namun kondisi tersebut masih dapat diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke depo domestik yang beroperasi selama 24 jam.

Pelindo Optimalkan Kapasitas Terminal

Menghadapi lonjakan arus barang menjelang Lebaran, PT Pelindo Terminal Petikemas juga melakukan berbagai persiapan operasional di sejumlah terminal yang dikelola.

SVP Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, Raden Mas Kumara Anindhita Widyaswendra mengatakan pihaknya memanfaatkan sistem operasi terminal untuk merencanakan pelayanan bongkar muat kapal sejak jauh hari.

Melalui sistem tersebut, kata Widyaswendra sapaan akrabnya, operator terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan dermaga atau berth occupancy ratio serta kepadatan lapangan penumpukan peti kemas atau yard occupancy ratio.

“Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama pada lapangan penumpukan agar tetap optimal menampung peti kemas. Kurang lebih selama 16 hari peti kemas akan berada di dalam terminal karena adanya pembatasan angkutan barang,” ujarnya.

Selain itu, pengelola terminal bersama para pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen atau pemindahan lokasi penumpukan untuk mengurai kepadatan di area terminal.

Selama periode libur Lebaran, operasional terminal peti kemas tetap berjalan 24 jam selama tujuh hari, sehingga pelayanan bongkar muat kapal dapat berlangsung sesuai jadwal.

Pelindo juga mengimbau para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system agar distribusi peti kemas lebih terjadwal dan mengurangi potensi kemacetan di jalan raya saat pengiriman maupun pengambilan barang.

Frans Kongi menilai peningkatan aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan menjadi indikator membaiknya perputaran ekonomi di daerah.

Menurutnya, konsumsi domestik menjelang Lebaran diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga sekitar 5,7 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan normal yang berkisar 5,1–5,2 persen.

Namun demikian, ia mengingatkan kondisi ekonomi pasca-Lebaran masih dipengaruhi berbagai faktor global.

“Situasi setelah Lebaran masih menjadi tanda tanya. Faktor geopolitik dan kebijakan tarif dari Presiden Trump bisa memengaruhi kondisi ekonomi ke depan,” kata Frans. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Jefri Hadi
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV