SUARA INDONESIA

Pabrik Kemasan Kaleng Nilai Investasi Rp 200 Miliar Resmi Beroperasi di Banyuwangi, Serap Ratusan Tenaga Kerja

Muhammad Nurul Yaqin - 03 July 2026 | 16:07 - Dibaca 71 kali
Ekbis Pabrik Kemasan Kaleng Nilai Investasi Rp 200 Miliar Resmi Beroperasi di Banyuwangi, Serap Ratusan Tenaga Kerja
Diresmikan Gubernur Khofifah, pabrik kemasan kaleng senilai Rp200 miliar resmi beroperasi di Muncar, Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Investasi di Kabupaten Banyuwangi kembali bertambah dengan beroperasinya pabrik kemasan kaleng modern di Kecamatan Muncar. Proyek senilai sekitar Rp 200 miliar tersebut diharapkan memperkuat industri pengolahan hasil laut sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Peresmian pabrik dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (3/7/2026). Turut hadir Chairman PT Sunrise Masami Internasional Eric Lam Wing Po, para pemegang saham, di antaranya Aminoto dan Lie Soen Boen.

Pabrik yang dibangun melalui kerja sama dengan investor asal Tiongkok itu memiliki kapasitas produksi hingga 600 juta kemasan kaleng per tahun. Produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan makanan, terutama sektor perikanan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Gubernur Khofifah menilai investasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri substitusi impor sekaligus mendorong hilirisasi di sektor manufaktur.

"Industri substitusi impor ini menjadi harapan baru. Setiap investasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat hilirisasi industri," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, semakin banyak komponen industri yang diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula nilai tambah yang dihasilkan bagi perekonomian nasional. Karena itu, ia berharap perusahaan terus berkembang dan mampu memperluas pasar hingga ke luar negeri.

"Saya harap perusahaan ini semakin tumbuh, makin berkembang, makin sukses," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik hadirnya investasi baru tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak investor menanamkan modal di Banyuwangi.

"Kehadiran investasi seperti ini akan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan pengangguran, dan pada akhirnya ikut menekan angka kemiskinan di Banyuwangi," ujar Ipuk.

Ipuk menambahkan, industri kemasan kaleng memiliki keterkaitan erat dengan potensi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil perikanan terbesar di Jawa Timur. Kehadiran pabrik tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut melalui penguatan sektor industri pengolahan.

Perwakilan PT Sunrise Masami Internasional, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan fasilitas produksi itu mampu menghasilkan sekitar 50 juta kaleng setiap bulan atau setara 600 juta unit per tahun. Hasil produksinya akan memasok kebutuhan industri makanan, termasuk perusahaan yang berorientasi ekspor.

Sebelum pabrik tersebut beroperasi, kebutuhan kemasan kaleng perusahaan sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri. Kini produksi bodi dan tutup kaleng telah dilakukan di Indonesia melalui kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok.

"Dulu kebutuhan kaleng kami hampir 90 sampai 100 persen masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Indonesia sehingga lebih efisien," katanya.

Menurut Sherly, produksi di dalam negeri mampu menekan biaya kemasan hingga 10–15 persen. Selain memenuhi kebutuhan internal perusahaan, produk yang dihasilkan juga dipasarkan kepada industri lain dan memiliki peluang untuk memasuki pasar ekspor.

Investasi senilai Rp200 miliar tersebut diperkirakan menyerap sekitar 100 hingga 200 tenaga kerja, yang mayoritas berasal dari Banyuwangi. Perusahaan menargetkan investasi tersebut mencapai titik balik dalam kurun lima hingga delapan tahun.

Chairman PT Sunrise Masami Internasional Eric Lam Wing Po mengatakan Sunrise Group telah lebih dari tiga dekade bergerak di industri kemasan logam di Tiongkok. Perusahaannya memiliki lebih dari 30 basis produksi dan menjadi mitra berbagai merek internasional seperti Coca-Cola, Pepsi, Red Bull, Budweiser, dan lainnya.

"Pendirian PT Sunrise Masami Internasional di Banyuwangi merupakan kolaborasi lintas negara. Kami juga mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menciptakan iklim investasi yang terbuka sehingga memberikan keyakinan bagi kami untuk berinvestasi dan berkembang dalam jangka panjang," ujar Eric. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV