SUARA INDONESIA

Gerakan ASN Gemar Belanja Dinilai Belum Berdampak, Pedagang Pakaian Pasar Sido Makmur Blora Keluhkan Sepinya Pembeli

Team Work - 07 March 2026 | 09:03 - Dibaca 424 kali
Ekbis Gerakan ASN Gemar Belanja Dinilai Belum Berdampak, Pedagang Pakaian Pasar Sido Makmur Blora Keluhkan Sepinya Pembeli
Mujib, pedagang pakaian di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan sepinya pembeli selama Ramadan tahun ini. (Foto: Dok. Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, BLORA - Pedagang pakaian di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan sepinya pembeli selama Ramadan tahun ini. 

Kondisi tersebut dinilai berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mulai ramai oleh masyarakat yang berburu pakaian untuk kebutuhan Lebaran.

Salah seorang pedagang pakaian di Blok A Pasar Sido Makmur, Mujib, mengatakan omzet penjualannya menurun cukup signifikan sejak awal Ramadan. Dalam sehari, jumlah pembeli yang datang ke kiosnya masih sangat terbatas.

“Biasanya kalau sudah masuk Ramadan mulai banyak yang mencari baju untuk Lebaran, tetapi sekarang masih sepi,” ujarnya, saat ditemui di lapaknya, di Pasar Sido Makmur Blora, belum lama ini.

Menurut Mujib, kondisi tersebut membuat para pedagang harus berjuang lebih keras untuk menutup modal usaha sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Modal terus bertambah, sementara pendapatan kami masih harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Ia juga menyebutkan para pedagang di bloknya masih harus membayar retribusi lapak atau kios sebesar Rp5 ribu per hari.

Selain faktor daya beli masyarakat, Mujib menilai sepinya pengunjung juga mulai dirasakan sejak diterapkannya sistem e-parkir di kawasan pasar. 

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat sebagian pembeli memilih berbelanja di tempat lain.

“Sejak ada e-parkir, pembeli yang datang ke pasar terasa berkurang,” katanya.

Mujib juga menilai program Gerakan ASN Gemar Belanja di Pasar Rakyat yang sempat dilakukan pemerintah daerah belum memberikan dampak nyata bagi pedagang pakaian di pasar tersebut.

“Memang sempat ada kegiatan ASN belanja di pasar, tapi bagi kami yang jual pakaian belum terasa dampaknya. Pembeli tetap sepi,” ujarnya.

Ia berharap kondisi penjualan dapat membaik menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan, saat masyarakat biasanya mulai membeli kebutuhan pakaian untuk Hari Raya Idul Fitri.

Salah seorang pedagang pakaian di Blok B Pasar Sido Makmur Blora, Azizah, Kamis, mengatakan sejak awal Ramadan hingga saat ini jumlah pembeli yang datang masih sangat sedikit. 

Bahkan dalam sehari terkadang hanya beberapa orang saja yang melakukan transaksi.

“Biasanya kalau sudah Ramadan mulai ramai yang cari baju Lebaran, tapi sekarang masih sepi. Kadang sehari hanya satu dua yang beli,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi sepinya pembeli juga mulai dirasakan pedagang sejak diterapkannya sistem e-parkir di kawasan pasar. 

Sejak saat itu, jumlah pengunjung yang datang ke pasar tradisional tersebut cenderung menurun.

“Sejak ada e-parkir pembeli makin berkurang. Banyak yang akhirnya memilih belanja di tempat lain,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun sudah terdaftar sebagai member e-parkir dengan biaya Rp60 ribu per bulan, sepeda motornya tetap harus diparkir di luar area pasar. 

"Disisi lain, para pedagang juga masih dibebani retribusi lapak atau kios sebesar Rp2 ribu per hari," ujarnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Team Work
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV