SUARA INDONESIA

Jelang Lebaran, Pengrajin Songkok di Tuban Banjir Pesanan

Irqam - 11 March 2026 | 15:03 - Dibaca 770 kali
Ekbis Jelang Lebaran, Pengrajin Songkok di Tuban Banjir Pesanan
Manaf Abdi (67), pengrajin songkok di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban banjir pesanan jelang lebaran. (Foto: Irqam/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, TUBAN - Menjelang lebaran 2026, permintaan songkok buatan warga di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, meningkat drastis dibanding hari-hari biasanya.

Salah satu di tempat produksi songkok milik Manaf Abdi (67) di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban. Songkok merek Adem Ayem itu bahkan penjualannya tebus sampai luar daerah.

"Alhamdulillah untuk produksi songkok Adem Ayem di bulan Ramadan ada peningkatan dibandingkan Ramadan tahun lalu," ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Manaf menuturkan, bulan Ramadan tahun lalu penjualan songkok hanya berkisar antara 5 hingga 10 kodi. Namun sejak awal Ramadan tahun ini, pesanan meningkat jadi 15 kodi.

Manaf menjelaskan, permintaan songkok selama Ramadan ini berasal dari Kabupaten Tuban dan luar daerah. Di Kabupaten Tuban, permintaan datang dari beberapa pasar modern, seperti kawasan Keraton, City Mall, hingga Bravo II. 

Selain itu, banyak pengecer yang menjual songkok tersebut di kawasan wisata religi Makam Sunan Bonang. "Sedangkan dari luar kota ada dari Brebes, Jogja dan juga Kudus," katanya.

Sementara itu, untuk model yang paling diminati, Manaf menyebut songkok warna hitam khas merek Adem Ayem masih menjadi yang paling sering dicari. 

“Biasanya yang paling sering dicari yaitu songkok hitam, namun songkok batik juga cukup laris,” ungkapnya.

Untuk harga, Manaf mengatakan, harga cukup bervariasi dan relatif terjangkau. Untuk songkok yang standar dibanderol dengan harga mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 75 ribu, tergantung bahannya.

Sementara itu, songkok berbahan batik dibanderol dengan harga lebih tinggi, tergantung dengan bahanya. 

"Kalau yang batik ada kelas-kelasnya. Ada yang sampai Rp100 ribu sampai Rp200 ribu tergantung jenis batiknya. Kalau batik gedog bisa sampai Rp200 ribu," jelas Manaf.

Manaf menambahkan, tempat produksi songkok Adem Ayem ini telah berproduksi sejak 2017. "Saya kerjakan secara mandiri, sedangkan untuk proses jahit dan beberapa tahapan lainnya seperti packing dibantu oleh tiga orang," tandasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Irqam
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV