SUARA INDONESIA, SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menambah empat unit Quay Container Crane (QCC) berukuran post panamax di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan crane yang didatangkan merupakan tipe post panamax yang dirancang untuk menangani kapal generasi besar dengan produktivitas tinggi, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas layanan dan memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Emas sebagai simpul logistik utama di Jawa Tengah.
"Empat crane tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pada Sabtu (14/3/2026) dan akan memperkuat operasional bongkar muat peti kemas, terutama untuk melayani kapal berukuran besar. Dengan tambahan ini, total QCC di TPK Semarang kini mencapai 10 unit," terangnya.
Lebih Lanjut Nyoman merinci daya fungsi alat operasional bongkar crane ini memiliki jangkauan sekitar 60 meter sehingga mampu menjangkau lebih dari 16 baris peti kemas dari sisi kapal.
Ia menjelaskan, peralatan tersebut memiliki kapasitas angkat hingga 65 ton menggunakan spreader serta didukung sistem hoisting berkecepatan tinggi yang memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Menurut Nyoman, penambahan QCC menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan terminal di tengah tren pertumbuhan arus peti kemas.
“Penambahan QCC ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas operasional terminal,"kata Nyoman.
Olehnya, dengan dukungan peralatan modern, kami optimistis pelayanan kepada pengguna jasa akan semakin optimal serta mampu mengakomodasi pertumbuhan arus peti kemas di Semarang dan wilayah sekitarnya.
Setelah kapal pengangkut bersandar, sambungnya pada keempat crane akan melalui proses rolling off menuju area terminal, dilanjutkan dengan tahapan instalasi, pengujian sistem (commissioning), hingga integrasi dengan sistem operasional sebelum dioperasikan penuh.
Di sisi lain, sebut Nyoman para pelaku logistik menilai penguatan infrastruktur pelabuhan ini sejalan dengan pertumbuhan aktivitas industri di Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Tengah dan DIY, Teguh Arif Handoko, memperkirakan arus peti kemas pada 2026 akan meningkat signifikan.
“Kami yakin kenaikan throughput pada 2026 minimal dapat mencapai 10 persen. Sejumlah kawasan industri seperti Batang, Kendal, hingga Jatengland terus meningkatkan produksi, meski saat ini sebagian masih berada di kisaran 25 persen kapasitas,” ujar Teguh sapaan akrabnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan infrastruktur logistik di Jawa Tengah agar mampu menopang peningkatan arus barang.
“Dengan hadirnya QCC baru di Pelabuhan Tanjung Emas, proses bongkar muat dipastikan lebih cepat sehingga peningkatan throughput dapat terlayani dengan baik. Letak Tanjung Emas yang strategis juga mendukung distribusi barang di Jawa Tengah,” jelasnya.
Dari sisi pelayaran, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang, Yudi Purwanto, menilai penambahan crane akan berdampak langsung terhadap efisiensi layanan kapal di terminal.
“Kami berharap proses bongkar muat kapal dapat berlangsung lebih cepat sehingga waktu tunggu kapal dapat ditekan. Dengan meningkatnya produktivitas layanan, waktu tinggal kapal di pelabuhan bisa lebih singkat dan pelayanan menjadi lebih efisien,” ujar Yudi mebambahkan.
Optimisme kinerja, kata Yudi justru guna ada peningkatan kinerja layanan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan pelayaran untuk memperluas aktivitas operasional maupun membuka layanan baru di TPK Semarang.
"Penambahan empat QCC ini diharapkan semakin memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Emas sebagai gerbang logistik utama di Jawa Tengah, sekaligus mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional di tengah pertumbuhan industri yang terus meningkat," tutupnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Jefri Hadi |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi