SUARA INDONESIA

Allpack Surabaya 2026 Dibuka, Teknologi Kemasan Jadi Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Dona Pramudya - 01 July 2026 | 21:07 - Dibaca 46 kali
Ekbis Allpack Surabaya 2026 Dibuka, Teknologi Kemasan Jadi Kunci UMKM Tembus Pasar Global
Gubernur Jatim Khofifah didampingi CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim saat mengunjungi booth pameran. (Foto: Sudarmadji untuk Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, SURABAYA – Teknologi pengemasan kini menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional. Pesan itu mengemuka dalam pembukaan Allpack Surabaya 2026, pameran teknologi pengolahan dan pengemasan terbesar di Indonesia Timur yang digelar di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Pameran yang berlangsung hingga 4 Juli tersebut diikuti hampir 200 peserta dari berbagai negara, termasuk puluhan pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM).

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perubahan nama pameran menjadi Allpack Surabaya menandai integrasi dengan jaringan pameran Allpack Indonesia yang telah dikenal secara nasional.

Menurutnya, kemasan kini bukan lagi sekadar pembungkus produk, melainkan menjadi identitas merek, alat pemasaran, jaminan keamanan produk, sekaligus penentu daya saing industri.

"Melalui Allpack Surabaya, kami membawa standar pameran nasional dan internasional lebih dekat kepada pelaku industri di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Kemasan bukan lagi sekadar pembungkus produk, melainkan identitas merek, alat pemasaran, jaminan keamanan, sekaligus faktor penentu daya saing pasar," ujar Daud.

Membuka pameran tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan teknologi pengolahan dan pengemasan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan.

Menurutnya, masih banyak potensi ekonomi yang hilang akibat lemahnya infrastruktur pascapanen, seperti pembusukan hasil laut karena terbatasnya fasilitas penyimpanan.

"Nilai tambah itu ada pada pasca-petik atau pasca panen. Dengan pengolahan dan pengemasan yang baik, produk kita tidak akan langsung membusuk dan harganya tidak jatuh. Filosofinya harus utuh: Petik, Olah, Kemas, Jual dalam satu ekosistem," kata Khofifah.

Ia juga menilai kualitas produk UMKM Jawa Timur terus meningkat dan kini mampu bersaing dengan produk industri besar, baik dari sisi tampilan kemasan maupun kualitas produk.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Afrizal Haris, menyebut standar kemasan global telah berubah signifikan.

Selain menarik secara visual, kemasan kini harus memenuhi aspek legalitas, keamanan pangan, serta ramah lingkungan agar mampu bersaing di pasar ekspor.

"Kalau 10 tahun lalu kita membeli kerupuk hanya dengan kemasan plastik bening, hari ini produk tidak bisa lagi bersaing jika tidak memiliki desain yang baik, label yang jelas, memenuhi standar keamanan, dan dapat didaur ulang," ujar Afrizal.

Untuk memperkuat daya saing IKM, Kementerian Perindustrian terus mengembangkan Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) yang memberikan layanan konsultasi gratis mengenai pemilihan bahan baku, teknologi kemasan, desain, pelabelan hingga bantuan pencetakan kemasan.

Selama satu dekade terakhir, program tersebut telah melayani konsultasi bagi 2.169 IKM dan memberikan bantuan cetak kemasan kepada 679 IKM. Kini layanan tersebut juga dapat diakses melalui platform digital klinikdesainmerekdankemas.kemenperin.go.id.

Selain menghadirkan teknologi mesin pengolahan dan pengemasan terbaru, Allpack Surabaya 2026 juga mengangkat isu keberlanjutan melalui seminar bertajuk Building Circular Packaging Ecosystem in Indonesia yang digelar Indonesian Packaging Federation (IPF).

Pameran ini turut menghadirkan layanan OEM Manufacturing (maklon), membuka peluang bagi pelaku usaha dan generasi muda membangun merek kosmetik maupun produk personal care tanpa harus memiliki fasilitas produksi sendiri. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Dona Pramudya
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV