SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu, Banyuwangi, yang mampu mencatat omzet hingga Rp200 juta per bulan.
Dari 1.097 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Jatim yang telah beroperasi, KKMP Tukang Kayu masuk jajaran 10 besar Koperasi Merah Putih terbaik di Jawa Timur.
"KKMP Tukangkayu ini masuk 10 besar di Jawa Timur. Semangat pengelolanya sangat luar biasa. Tinggal bagaimana operasionalnya terus diperkuat agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat," kata Khofifah saat melakukan peninjauan, didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sabtu (18/7/2026).
Khofifah mengatakan koperasi tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi kerakyatan yang telah berjalan baik. Ditambah KKMP Tukang Kayu telah memiliki izin dan beroperasi secara aktif.
"Saya juga keliling ke 8.494 desa/kelurahan di Jatim ingin memastikan bahwa mereka secara badan hukum telah memilikinya," tutur Khofifah.
Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kekuatan pengelolaan serta dukungan seluruh ekosistem, termasuk kelancaran pasokan kebutuhan pokok bersubsidi.
Ia mendorong berbagai produk lokal, termasuk kopi dan lainnya bisa dipasarkan menggunakan brand Koperasi Kelurahan Merah Putih seperti yang telah dilakukan KKMP Tukangkayu.
"Jadi KDKMP ini bisa berjalan secara produktif kalau semua ekosistem ini juga memberikan support," tegas Khofifah.
Selain itu, Khofifah turut memastikan akses beras SPHP, Minyakita, gula, hingga LPG 3 kilogram di KDKMP berjalan lancar. "Kalau stok selalu tersedia, koperasi akan semakin produktif dan ekonomi kerakyatan akan semakin kuat," ujarnya.
Ketua KKMP Tukangkayu Banyuwangi, Imam Maskun mengatakan koperasi yang dipimpinnya saat ini berfokus pada gerai sembako dengan menggandeng Bulog dan Pertamina Patra Niaga sebagai mitra penyedia kebutuhan pokok.
Ia mengungkapkan, omzet koperasi kini berkisar Rp130 juta hingga Rp140 juta pada kondisi normal. Saat pasokan barang subsidi tersedia penuh, omzet meningkat hingga mencapai Rp200 juta per bulan.
"Kalau barang subsidi lancar, omzet kami bisa mencapai Rp150-Rp200 juta per bulan. Masyarakat sangat antusias karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau," kata Imam.
Menurutnya, komoditas yang paling banyak dicari masyarakat meliputi beras SPHP, Minyakita, gula, dan telur. Produk-produk tersebut dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar karena dipasok langsung dari BUMN maupun mitra produsen.
Imam berharap akses distribusi barang subsidi semakin dipermudah sehingga koperasi dapat terus berkembang, memperluas manfaat bagi masyarakat, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di Banyuwangi. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi