SUARA INDONESIA

Wabah DBD Teror Desa Wadeng Gresik, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Rifki Ahmad - 05 July 2025 | 20:07 - Dibaca 1.03k kali
Kesehatan Wabah DBD Teror Desa Wadeng Gresik, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) meresahkan warga Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA, GRESIK - Masyarakat di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dibuat resah dengan serangan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam satu bulan terakhir. Warga merasa khawatir karena sebagian mereka mengalami gejala yang mengarah pada penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Lonjakan kasus ini membuat warga mendesak pemerintah segera turun tangan. Sebab selama sebulan terakhir sudah ada puluhan warga yang menjadi korban penyakit DBD. Bahkan beberapa diantaranya, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Salah satu warga bernama Abidin, menceritakan bahwa dua anaknya sempat dirawat karena positif terjangkit DBD pada bulan Juni 2025. Meski kini keduanya sudah kembali pulih, kekhawatiran masih menghantui keluarganya serta warga sekitar.

“Belum ada tindakan pencegahan dari pemerintah setempat, kami masih takut penyakit itu datang lagi. Kami minta fogging segera dilakukan,” ujarnya, Sabtu (5/7/2025).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Menurut Ketua RT 02 RW 08 Dusun Petiyin, Desa Wadeng, Sumar, pihaknya telah menyampaikan keluhan dan usulan kepada pemerintah desa agar dilakukan penyemprotan (fogging).

Namun hingga kini, respons yang diterima warga baru sebatas imbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Belum ada tanda-tanda tindakan penyemprotan (fogging).

“Imbauan hanya di grup WhatsApp. Masyarakat ingin ada tindakan nyata, bukan sekadar imbauan,” tegas Sumar.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, dr Puspita Wardani, menjelaskan dalam dua bulan terakhir, sudah ada ratusan yang terpapar DBD di Gresik.

“Jumlah pasien dari bulan Mei hingga akhir Juni 2025 tercatat sekitar 131 orang se kabupaten Gresik. Mereka menunjukkan gejala demam dengue,” ujar Puspita.

Ia menambahkan, penanganan telah dilakukan melalui edukasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penyelidikan epidemiologi, serta pembagian larvasida (abate) untuk membunuh jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal pasien.

“Untuk kegiatan fogging, dilakukan jika ada pasien positif DBD dengan manifestasi berat. Karena kasus di Wadeng hanya DD, maka kami intervensi dengan larvasida dan PSN,” tegasnya.

Puspita juga menekankan, fogging bukan solusi utama, melainkan hanya membunuh nyamuk dewasa dalam waktu singkat.

“Penanganan paling efektif tetap melalui upaya berkelanjutan membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk,” pungkasnya. (*) 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Rifki Ahmad
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV