SUARA INDONESIA, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memastikan kesiapan total layanan kesehatan bagi masyarakat dan pemudik selama masa libur Lebaran 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, menegaskan pihaknya telah melakukan optimalisasi layanan di seluruh lini untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan medis.
"Kami ingin memastikan masyarakat yang mudik maupun yang merayakan Lebaran di Kabupaten Malang merasa aman. Layanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama selama masa libur panjang ini," ujar Wiyanto Wijoyo, Senin (16/3/2026).
Strategi optimalisasi ini mencakup penyiagaan faskes permanen dan posko darurat. Tercatat, sebanyak 39 Puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Malang dan 3 RSUD tetap beroperasi penuh untuk melayani masyarakat.
Di sisi lain, Dinkes juga memperkuat pengawasan di jalur-jalur rawan dengan mendirikan 10 Posko Layanan Kesehatan strategis. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi erat lintas sektor.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Malang, Bayu Hangga Wardhana, menjelaskan bahwa dalam operasionalnya, Dinkes bersinergi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), BPJS Kesehatan, hingga BPBD.
"Sesuai arahan, kami menyiagakan 10 posko yang terintegrasi dengan lintas sektor. Personel medis, ambulans, hingga obat-obatan sudah siap di titik-titik tersebut untuk menangani kondisi darurat bagi pemudik," jelas Bayu.
Ke-10 posko kesehatan tersebut tersebar di jalur utama, titik lelah, hingga akses menuju kawasan wisata, meliputi: Kendalpayak, Slorok, Exit Tol Karanglo, Kepuharjo Karangploso, Gubugklakah (jalur akses Bromo), Jalibar Kepanjen, Bantur (Simpang JLS), Pujon, Ngantang, Kasembon.
Sinergi dengan BPJS Kesehatan juga memastikan peserta JKN-KIS dapat mengakses layanan darurat dengan mudah di posko-posko tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah dan segera mendatangi posko terdekat guna melakukan pengecekan kesehatan demi keselamatan berkendara. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Aditya Mahatva Yodha |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi