SUARA INDONESIA, JEMBER - MetaDesc: Gigi kuning bisa mengurangi kepercayaan diri. Temukan penyebab utamanya agar lebih mudah menjaga gigi tetap putih di artikel ini.
7 Penyebab Gigi Kuning yang Sering Tidak Disadari
Gigi kuning adalah masalah umum yang bisa bisa memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Padahal, penyebabnya bisa dari kebiasaan sehari-hari yang jarang disadari.
Selain masalah estetika, gigi kuning juga bisa menjadi tanda kebersihan mulut yang kurang optimal. Namun, tidak semua penyebab gigi kuning berkaitan dengan kesehatan, bisa jadi berawal dari makanan dan gaya hidup.
Apa saja yang menjadi faktor penyebab dan perlu Anda hindari? Simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.
7 Penyebab Utama Gigi Kusam dan Kuning
Dengan mengetahui penyebab gigi cepat kusam dan kuning berikut, Anda bisa menghindarinya lebih dini. Berikut beberapa faktor penyebabnya:
1. Konsumsi Kopi dan Teh Berlebihan
Kopi dan teh mengandung pigmen gelap yang mudah menempel pada enamel gigi. Konsumsi rutin dua jenis minuman ini membuat noda ini semakin sulit dihilangkan.
Selain itu, asam dalam kopi maupun teh juga dapat melemahkan enamel. Lapisan enamel yang tipis membuat warna kuning alami dentin lebih terlihat.
2. Merokok atau Mengunyah Tembakau
Nikotin dan tar dari rokok atau tembakau mudah menempel pada permukaan gigi. Noda yang terbentuk akan membuat gigi tampak kusam dan kuning.
Di sisi lain, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko plak dan karang gigi. Plak yang menumpuk memperburuk tampilan gigi kuning dan memicu masalah mulut lainnya.
3. Kebiasaan Makanan Tinggi Gula
Makanan manis memicu pertumbuhan bakteri di mulut. Bakteri ini menghasilkan plak yang lama-lama menodai gigi sampai sulit dihilangkan hanya dengan sikat gigi rutin.
Penumpukan plak yang tidak ditangani dapat berubah menjadi karang gigi permanen. Karang gigi ini sulit dihilangkan tanpa bantuan profesional dan membuat gigi tampak lebih kuning.
4. Kurangnya Kebersihan Mulut
Menyikat gigi hanya sesekali atau tidak dengan benar menyebabkan sisa makanan menempel. Sisa ini menjadi sumber noda kuning dan bau mulut yang membuat penampilan menurun.
Ditambah lagi, jarang membersihkan lidah dan sela gigi memperparah masalah. Lingkungan mulut yang kotor membuat noda gigi menumpuk lebih cepat.
5. Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, enamel gigi menipis secara alami. Dentin yang berwarna kekuningan semakin terlihat seiring menipisnya enamel.
Selain itu, gigi juga mengalami keausan akibat mengunyah dan gesekan. Proses ini membuat gigi terlihat kusam dan lebih rentan terhadap noda.
6. Efek Obat-obatan
Beberapa obat tertentu, seperti antibiotik tetrasiklin, dapat menodai gigi jika dikonsumsi sejak usia anak-anak. Noda ini bisa bersifat permanen dan sulit dihilangkan.
Obat-obatan lain seperti antihistamin dan obat tekanan darah juga bisa memengaruhi warna gigi. Efek samping ini sering tidak disadari karena tampaknya tidak langsung terlihat.
7. Genetik dan Kondisi Kesehatan
Kadar mineral dan ketebalan enamel gigi dipengaruhi oleh faktor genetik. Beberapa orang secara alami memiliki gigi yang lebih kuning dibandingkan orang lain.
Belum lagi jika ditunjang dengan kondisi medis tertentu seperti gangguan metabolisme bisa memengaruhi warna gigi. Bahkan perawatan kesehatan tertentu dapat membuat gigi tampak lebih kusam dari biasanya.
Mencegah gigi kuning bisa dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari. Namun, untuk hasil maksimal, pemakaian pasta gigi yang efektif sangat dianjurkan.
Close Up menjadi salah satu pasta gigi yang hadir dengan formula pembersih plak dan perlindungan gigi kuning, membuat senyum lebih putih dan percaya diri setiap hari.
Ditambah lagi dengan kandungan menthol membuat mulut selalu terasa segar sepanjang hari. Anda dapat kembali percaya diri saat beraktivitas. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Redaksi |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi