SUARA INDONESIA, GRESIK - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Gresik. Agar ke depan tidak hanya sebagai pusat olah raga dan ekonomi masyarakat, tetapi juga menuju standar destinasi wisata baru.
Sejumlah evaluasi dan perbaikan saat ini tengah dilakukan, mulai merombak total kepengurusan, penataan lapak-lapak pedagang UMKM hingga transparansi pengelolaan keuangan. Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan CFD Gresik menjadi kegiatan yang memberi manfaat dan dampak positif serta dinikmati oleh seluruh masyarakat Gresik.
Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik, Syaifuddin Ghozali, menyatakan telah merumuskan serangkaian evaluasi kepengurusan maupun tata kelola pelaksanaan CFD. Salah satunya adalah menunjuk Hartini sebagai pelaksana harian (PLH) yang menjadi penanggungjawab sementara untuk melakukan perbaikan struktur kepengurusan hingga pengelolaan keuangan paguyuban serta perapian stand-stand pedagang.
“Sudah kita putuskan menunjuk Ibu Hartini sebagai Plh Ketua CFD, dan hanya Ibu Hartini yang diakui di Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik sampai ada pemilihan ketua baru. Saat ini progres perbaikan kepengurusan saat ini sudah 70 persen,” ujarnya.
Perbaikan kepengurusan, menurut Ghozali, meliputi transparansi pelaporan keuangan, pengelolaan keuangan, inventarisasi aset CFD Gresik, perapian member aktif/pasiv dengan registrasi ulang, perluasan lapak yang dilanjutkan pengurus baru, hingga pembuatan sistem dasbor untuk keuangan, registrasi member, dan website pedagang di bawah naungan Komunitas Pelapak (Kompak).
“Harapannya ke depan kepengurusan semakin baik. Sehingga pelaksanaan CFD bisa terus maju dan berkembang, agar manfaatnya bisa semakin dinikmati masyarakat,” tandasnya.
Sementara PLH CFD Gresik Suhartini berkomitmen melakukan penataan dan perbaikan kepengurusan dan tata kelola CFD secara maksimal. Termasuk selama ini telah menerapkan transparansi keuangan dengan membuat pelaporan berkala, mulai mingguan hingga bulanan.
“Jadi selama ini kami sudah melakukan penataan dan penyelesaian masalah secara bertahap agar kepengurusan ke depan semakin baik, pelaporan mulai mingguan hingga bulanan juga selalu kami sampaikan. Ke depan kami akan segera melakukan pemilihan ketua baru,” katanya.
Ia berharap ketua maupun pengurus baru Car Free Day nantinya betul-betul dipilih dari figur yang kompeten dan bisa bersinergi dengan Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik. Agar seluruh program dan kebijakan kepengurusan dan dinas bisa terlaksana dengan baik dan lancar.
“Tentu kami berharap pemilihan ketua maupun kepengurusan baru nantinya betul-betul dari orang-orang yang kompeten. Sebab harus ada koordinasi yang baik antara kepengurusan CFD dengan dinas terkait. Kami juga berencana membuat AD/ART yang disetujui oleh Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik,” terangnya.
Ketua Kompak (Komunitas Pelapak) CFD Gresik Hendra Purnomo menaruh harapan besar ada penataan stand-stand pedagang maupun lokasi parkir para pengunjung. Sekaligus menggaet masyarakat dan pemuda lokal di sekitar lokasi CFD untuk bisa berpartisipasi, sehingga manfaat CFD bisa semakin dinikmati masyarakat, terutama warga lokal, bahkan menjadi destinasi wisata baru.
“Ke depan kita berharap juga ada penataan stand-stand pedagang maupun lokasi parkir para pengunjung, serta partisipasi dari karang taruna maupun warga lokal yang tinggal di sekitar lokasi CFD. Kami ingin CFD semakin baik dan juga berharap bisa menjadi destinasi wisata,” jelasnya.
Sebagai informasi, total member aktif saat ini yang menempati lapak-lapak di area Car Free Day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Gresik sebanyak 370 pedagang dengan komitmen iuran senilai Rp 5.000 per Minggu. Sementara waiting list atau antrean saat ini sebanyak 38 pedagang, serta ada juga yang di luar waiting list atau antrean. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi