SUARA INDONESIA, GRESIK - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nila Yani Hardiyanti menegaskan komitmen legislatif dalam memastikan perlindungan, pemenuhan hak, dan integrasi sosial yang layak bagi para Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri.
Politisi perempuan muda dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur X (Gresik-Lamongan) itu pun menyoroti pentingnya sinergi antara diplomasi internasional yang dijalankan parlemen dengan perlindungan riil di tingkat akar rumput.
"Melalui BKSAP DPR RI, kami terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara penempatan guna memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja migran kita sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air," ujar Nila, Sabtu (11/7/2026).
"Dan pada hari ini, di Pendopo Gresik, kita menyaksikan langsung buah dari koordinasi lintas sektoral tersebut," lanjut Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus anggota BKSAP ini.
Nila mengapresiasi kerja sama taktis pemerintah daerah Kabupaten Gresik beserta seluruh jajaran penegak hukum dan ketenagakerjaan yang tanggap dalam mengawal kepulangan para migran.
Terdapat rombongan keluarga dari Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, yang meliputi Lailatul Afiyah (8 tahun) dan Zubaidi Faris (9 tahun) didampingi oleh Ibu Salmah, serta Nurul Sa'adah (19 tahun) dan Rizka Fajriyah (17 tahun) didampingi oleh Ibu Nanik Wahyuni.
Dokumen tersebut juga mencatat kepulangan Aditya Yudha Alviansyah (17 tahun), anak dari Ibu Siti Mufarihah yang berasal dari Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah.
Berdasarkan data manifest kepulangan per Juni 2026, tercatat pemulangan sejumlah warga beserta anak-anak mereka yang kini dapat berkumpul kembali bersama keluarga dengan aman.
Nila juga menekankan pentingnya program pemberdayaan pasca kepulangan bagi para mantan pekerja migran dan keluarganya agar mereka mampu membangun kemandirian ekonomi di daerah asal.
"Tugas kita tidak selesai saat mereka menginjakkan kaki di Pendopo ini. DPR RI bersama pemerintah akan terus memastikan adanya program pendampingan, pemantauan aspek pendidikan bagi anak-anak migran, serta fasilitasi wirausaha lokal agar para pahlawan devisa ini dapat berdaya seutuhnya di kampung halaman sendiri," pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Rifki Ahmad |
| Editor | : Alfiana Putri |
Komentar & Reaksi