SUARA INDONESIA
Banner

Pjs Bupati Malang Sebut Kabupaten Malang Rawan Bencana Kategori Tinggi

KABUPATEN MALANG - Pjs. Bupati Malang, Drs. Sjaichul Ghulam, M.M menjadi Inspektur Upacara dalam Apel Gelar Pasukan Kesiap-siagaan Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Markas Kodim 0818 Malang-Batu, Kamis (15/10/2020). 

Apel yang digelar dalam rangka penanggulangan bencana hidrometeorologi ini juga dihadiri Komandan Komandan Korem Bhaladhika Jaya, Komandan Kodim 0818 Malang-Batu, Forkopimda Kabupaten Malang serta para pejabat sipil, TNI dan Polri. Serta, diikuti oleh pasukan gabungan yang terkait dalam upaya dan kegiatan penanggulangan kebencanaan di wilayah Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Abi Lawang, sapaan akrab Pjs. Bupati Malang ini, menjelaskan bahwa jika melihat kondisi topografis dan geografis Kabupaten Malang, yang terdiri dari kawasan pegunungan dan berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia di kawasan selatan. 

Pasalnya, tidak mengherankan jika kemudian wilayah Kabupaten Malang dikategorikan sebagai daerah yang memiliki kerawanan bencana kategori tinggi. 

Begitu pula halnya mengenai potensi tsunami di sepanjang pantai selatan, yang tentunya juga harus mendapat perhatian bersama. Untuk selanjutnya harus dapat menjadi motivasi bagi semua agar semakin memperkuat sistem mitigasi bencana.

"Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban bagi semua komponen, untuk menaruh perhatian serius dan mulai bekerja semaksimal mungkin, guna mengantisipasi potensi kebencanan, dengan melibatkan peran aktif masyarakat, kontribusi media untuk terus membangun optimisme dan memerangi hoax, serta kerjasama lintas sektor dalam menyajikan data akurat pendukung mitigasi bencana," ujarnya.

"Terlebih semua potensi ancaman bencana alam kali ini hadir di tengah darurat bencana pandemi Covid-19. Juga terhadap kemungkinan hadirnya Badai La Nina, sehingga setiap daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan, baik personil maupun sumber daya peralatan yang dimiliki,” tambah Pjs. Bupati di depan peserta apel dan undangan.

Abi lantas berharap, melalui pelaksanaan apel tersebut dapat menjadi sarana meningkatkan koordinasi dan sinergitas semua elemen dalam menghadapi potensi bencana. 

Semua pihak tentunya memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sehingga tinggal memperkuat kerjasama dan komunikasi secara aktif agar dapat terjalin dengan baik dalam implementasi di lapangan. 

Selain itu juga, perlu untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang potensi kebencanaan beserta langkah antisipasinya. Sehingga masyarakat Kabupaten Malang, dapat terlibat secara aktif dalam proses antisipasi maupun penanggulangan saat bencana terjadi.

"Tentunya saya sangat mengapresiasi dengan telah dicanangkannya 35 Desa Tangguh Bencana, dibentuknya Kampung Siaga Bencana, di wilayah Kecamatan Pujon, Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan empat Kampung Siaga Bencana yang ada di pesisir wilayah Malang Selatan yang mana pada bulan September lalu, baru saja dikukuhkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia," ucapnya.

Dengan dibentuknya Kampung Siaga Bencana ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana yang sesuai dengan local wisdom.

"Melalui pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada lingkungan setempat,” jelasnya.

Selain itu, Pjs. Bupati Malang juga mengajak semua pihak turut berpartisipasi aktif. Mulai jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, ormas, relawan, wirausaha dan tenaga kesehatan, agar terus meningkatkan jalinan komunikasi, demi terciptanya pola koordinasi yang baik.

"Karena hal tersebut haruslah diprioritaskan agar tercapai kesiapsiagaan dan manajemen penanggulangan bencana yang terintegrasi dan tepat sasaran," kata Pjs. Bupati Malang, Drs. Sjaichul Ghulam, M.M.

Apa Reaksi Anda?