SUARA INDONESIA

Pemkab Mojokerto Klarifikasi Penggunaan Anggaran Majafest 2022, Ini Penjelasannya

Tim - 30 August 2022 | 11:08
Pemerintahan Pemkab Mojokerto Klarifikasi Penggunaan Anggaran Majafest 2022, Ini Penjelasannya

MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporapar) Mojokerto memberikan klarifikasi dan menepis anggapan 

penyelewengan anggaran Majafest 2022.

Sebelumnya event tahunan Majafest sempat mendapatkan pertanyaan dari LSM Masyarakat Pemerhati Pelaku Korupsi Kolusi dan Nepotisme (MPPK2N) serta Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Mojokerto terkait transparansi anggaran yang menelan dana Rp 2 miliar.

Kepala Disporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito menjelaskan, Majafest 2022 ini diproyeksikan menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, mampu menekan pengeluaran hingga menghemat dana sebesar Rp 67 juta.

“Jadi total pengeluaran Pemkab Mojokerto Terkait event Majafest 2022 ini sebesar Rp 1.932.843.200,” papar Norman kepada wartawan pada, Senin (29/8/2022).

Norman mengungkapkan, event Majafest dibiayai APBD melalui Dana Insentif Daerah (DID) Mojokerto.

Selain itu, event akbar Majafest mendapatkan dukungan dari pihak sponsor.

Norman menjelaskan, setidaknya ada 11 sponsor yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya PT Bank Jatim Cabang Mojokerto yang menggelontorkan uang tunai sebesar Rp 25 juta serta 40 tenda.

“Uang tunai (dari bank Jatim) kita buat pengadaan Buku Canthing Majapahit sebanyak 100 pcs,” beber Norman.

Kata Norman, untuk Perumdam Majapahit mendukung dengan memberikan uang tunai sebesar Rp 20 juta. Menurut Norman, uang ini digunakan panitia untuk mengadakan 300 pcs udeng dan tas souvenir.

" PT Mayora Indah dan Si Mbok Jamu Official mensupport konsumsi minuman. Sedangkan JNE memberi bantuan uang sebesar Rp 2 juta," ujarnya.

PT Mojokerto Intermedia Pers, PT Pertamina, Universitas Bina Sehat, Telkomsel dan BPJS turut mendukung kegiatan ini dengan memberikan hadiah doorprize.

PT PLN mensupport dengan meminjamkan 30 set kompor listrik dan alat masak saat pemecahan rekor muri.

“Uang dari JNE dibuat pengadaan tempat Id Card untuk panitia, pers dan influencer,” terang Norman.

Penggunaan terbesar dari event ini yaitu untuk sewa bangunan terbuka Rp 477.577.500, jasa penampil seni Rp 202 juta, penyelenggara acara Rp 200 juta, pembuatan kaos Rp 150.524.325, konsumsi Rp 160.580.925, penyelenggara acara Rp 185.148.000, hadiah dan uang pembinaan Rp 247.500.000.

Selain itu, untuk dokumentasi Rp 30.414.000, dokumentasi kamera 360 Rp 10 juta, live streaming Rp 6 juta, iklan media cetak dan online Rp 44 juta, iklan influencer Rp 25 juta, iklan di radio Rp 7,5 juta, iklan pers Rp 8 juta, iklan IG Majafest Rp 4 juta, jasa petugas media dinas Rp 5 juta, sewa minibus Rp 7,5 juta, paper bag Rp 13 juta, piala Rp 18 juta. Selain itu pembuatan banner Rp 18 juta, leaflet brosur Rp 4 juta, materai Rp 308 ribu, BBM Rp 8 juta.

Juga diperuntukkan pembuatan pigora Rp 10.125.000, kain batik Rp 25.829.700, , kain katun Rp 4,8 juta, fotocopy Rp 920 ribu, cobek Rp 19.092.000, alat tulis kantor Rp 898.750, topi Rp 14.375.000, cetak sertifikat Rp 1,6 juta, cetak kartu pengenal Rp 1,65 juta.

"Keamanan, kebersihan dan kesehatan Rp 20 juta, hand sanitizer, masker dan obat Rp 1,5 juta," terang Norman.

Menurut Norman dengan modal uang milyaran tersebut pemkab berhasil mendorong penjualan para perajin batik dan tenun hingga ratusan juta rupiah.

Selain itu menurutnya, pengelola hotel dan penginapan, serta para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan imbas manfaat langsung.

"Kami belum menghitung berapa nilai transaksi penginapan dan hotel. Bahkan Omzet street food saja mencapai Rp 90 juta. Belum lagi penjualan batik dan tenun yang mencapai ratusan juta," tandasnya.

Sedangkan untuk penyelenggaraan event ke 2 di Mojokerto dimenangkan oleh CV Angudi Mulyaning Gesang dari Jogjakarta. Menurut Norman proses lelang sudah dilakukan dengan prosedur yang benar.

“EOnya kami lelang, transparan dan dimenangkan CV Angudi Mulyaning Gesang dari Yogyakarta dan kami juga tidak mengenal CV pemenang,” jelas Norman.


Pewarta : Tim
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV