SUARA INDONESIA

Sebanyak 17.133 Mahasiswa Baru UB Ikuti Raja Brawijaya 2025

Aditya Mahatva Yodha - 12 August 2025 | 12:08 - Dibaca 1.28k kali
Pendidikan Sebanyak 17.133 Mahasiswa Baru UB Ikuti Raja Brawijaya 2025
Panitia Raja Brawijaya 2025 mengibarkan bendera sebagai tanda telah dibukanya Pengenalan Kehidupan Kampus Maba UB. (Foto: Humas UB untuk Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, MALANG - Sebanyak 17.133 mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) Malang, mengikuti upacara pembukaan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru atau disebut Rangkaian Jelajah Almamater Brawijaya (RAJA Brawijaya) 2025, Senin (11/8/2025).

Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Intelektual yang Berakhlak Mulia, Adaptif, dan Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tahun 2025 ini memadukan format luring dan daring (hybrid) untuk menjangkau seluruh mahasiswa baru secara aman dan efektif. 

Rektor UB, Prof. Widodo, dalam sambutannya menegaskan, mahasiswa baru harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Mengutip laporan World Economic Forum, ia menyebut 85 juta pekerjaan lama akan tergantikan oleh otomasi, namun akan lahir 90 juta pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan digital, sosial, kreativitas, inovasi, komunikasi, kolaborasi, integritas, dan kepemimpinan. 

“Gunakan segala fasilitas yang ada untuk menempa diri, meningkatkan kompetensi, dan kualitas individu. Jangan hanya kuliah, tapi bangunlah kerja sama dan ikutilah organisasi kemahasiswaan,” pesannya. 

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Dr. Setiawan Noerdajasakti, dalam laporannya menyampaikan bahwa mahasiswa baru tahun ini terdiri dari 6.794 putra dan 10.339 putri, tersebar di 17 fakultas dan 1 PSDKU UB Kediri.

Jumlah tersebut mencakup 15.843 mahasiswa program sarjana, 1.290 program vokasi diploma, 59 mahasiswa penyandang disabilitas, serta peserta International Undergraduate Program (IUP). “Alhamdulillah semuanya bisa mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus maba tahun ini,” ujarnya. 

Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2025, Amelia Rizky Ramadhan, menambahkan bahwa digitalisasi menjadi wajah baru kegiatan tahun ini.

“Tahun ini penugasan lebih banyak berbasis digital dan paperless. Kami membangun Integrated System RAJA Brawijaya, website internal untuk memantau progres kerja, notulensi, hingga absensi berbasis QR Code. Semua ini dirancang agar koordinasi lebih efektif dan efisien,” jelasnya. 

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran teaser, kedatangan simbol Trisula, penyerahan Trisula kepada Ketua Pelaksana, doa bersama, Mars Brawijaya, dan pelepasan pimpinan. Kemeriahan kemudian berlanjut dengan selebrasi, flashmob jingle RAJA Brawijaya, serta mobilisasi mahasiswa baru menuju kegiatan berikutnya. 

Dengan format hybrid yang melibatkan sekitar 6.000 mahasiswa baru luring di tiga venue utama dan lebih dari 11.000 daring, RAJA Brawijaya 2025 menjadi bukti bahwa tradisi kampus dan inovasi teknologi dapat berpadu mencetak generasi yang adaptif, berkarakter, dan siap memberi kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045. 

Dalam kegiatan Raja Brawijaya juga diisi melalui pengenalan budaya, semangat persatuan lintas fakultas, dan pemanfaatan teknologi. 

UB menegaskan komitmennya mencetak generasi adaptif, berkarakter, dan siap memberi kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya Mahatva Yodha
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV