SUARA INDONESIA

110 Mahasiswa dari 10 Negara Eksplorasi Budaya dan Laut Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 05 May 2026 | 10:05 - Dibaca 206 kali
Pendidikan 110 Mahasiswa dari 10 Negara Eksplorasi Budaya dan Laut Banyuwangi
Mahasiswa dari 10 negara menanam terumbu karang di Bangsring Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Pesona alam dan kearifan lokal Banyuwangi kembali memikat perhatian dunia internasional. Sebanyak 110 mahasiswa dari 10 negara berkumpul di Bumi Blambangan untuk mengikuti program summer camp Airlangga Adventure (Airventure) 2026 yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR).

Selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin (2-4 Mei 2026), para delegasi mancanegara ini telah menyelami perpaduan antara edukasi lingkungan dan pengenalan budaya Indonesia. Program yang dikelola melalui Airlangga Global Engagement ini menjadi jembatan bagi mahasiswa asing untuk memahami realitas sosial dan akademik di tanah air.

Ketua Panitia Airventure 2026, Dwi Retna Kumalaningrum, menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah perlindungan ekonomi biru (blue economy protection). Para peserta diterjunkan langsung ke kawasan konservasi Bangsring Underwater untuk melakukan aksi nyata bagi lingkungan.

"Para peserta sangat peduli terhadap isu lingkungan dan pemanasan global. Mereka melakukan penanaman terumbu karang dan mempelajari bagaimana merawat penyu yang terancam punah bersama Banyuwangi Sea Turtle Foundation," ujar Retna. 

Ia menambahkan, ini merupakan tahun ketiga Airventure sukses diselenggarakan di Banyuwangi.

Tak hanya di laut, para mahasiswa juga menyambangi Desa Wisata Adat Osing Kemiren. Di sana, mereka berinteraksi langsung dengan warga lokal untuk mempelajari tradisi serta kearifan lokal suku Osing yang masih terjaga kelestariannya.

Sebagai bagian dari transfer pengetahuan, para peserta diminta mempresentasikan analisis perbandingan antara metode konservasi di Indonesia dengan negara asal mereka. Diskusi lintas negara ini menjadi ruang pertukaran ide yang konstruktif bagi para pemuda dunia.

Aura keakraban memuncak pada sesi penutupan di Kampus Mojopanggung FIKKIA UNAIR, Senin (4/5/2026). Aula kampus berubah menjadi panggung keberagaman saat para peserta mengenakan pakaian tradisional dan menampilkan pertunjukan seni khas negara masing-masing.

Haris, mahasiswa dari Universiti Tenaga Nasional Malaysia, mengungkapkan kekagumannya terhadap rangkaian program ini. "Saya sangat menikmati program ini. Ada snorkeling, pertunjukan budaya, dan banyak sekali aktivitas yang seru (seronok)," ungkapnya dengan antusias.

Kesan serupa disampaikan Yem Yoeurt dari Royal University of Law and Economics Kamboja. Menurutnya, Airventure memberinya wawasan baru mengenai kekayaan budaya di kawasan Asia.

"Sebenarnya saya belajar banyak tentang budaya dari berbagai negara Asia. Mereka menunjukkan banyak pertunjukan yang berkaitan erat dengan identitas budaya negara masing-masing," kata Yem.

Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian penghargaan bagi kelompok dengan presentasi dan penampilan budaya terbaik. Selain mempererat diplomasi antarnegara, Airventure 2026 diharapkan mampu mencetak generasi muda yang lebih peduli terhadap keberlanjutan ekosistem global. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV