SUARA INDONESIA

Diskominfo Jabar Dorong KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Digital di Bandung

Asep Tedi - 17 June 2026 | 11:06 - Dibaca 119 kali
Pendidikan Diskominfo Jabar Dorong KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Digital di Bandung
Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat menggelar Bimbingan Teknis KIM Pinter Digital di Bandung. (Foto: Asep/Suara Indonesia)

SUARA INDONESIA, BANDUNG - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) KIM Pinter Digital bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Universitas Bale Bandung (UNIBBA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital serta memperkuat peran KIM dalam menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sekretaris Diskominfo Jawa Barat, Bayu Rakhmana, mengatakan perkembangan teknologi yang sangat pesat menjadikan informasi sebagai kebutuhan penting masyarakat.

Namun, derasnya arus informasi, kata dia menuntut kemampuan masyarakat untuk memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.

"Saat ini dengan kemajuan teknologi yang luar biasa, informasi menjadi sangat penting. Apa yang kita bicarakan di sini bisa terdengar hingga pelosok negeri. Permasalahannya adalah apakah informasi yang diterima masyarakat itu berdampak positif atau justru negatif," ujar Bayu.

Menurut Bayu, kecepatan penyebaran informasi saat ini membutuhkan penyaring yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Karena itu, keberadaan KIM dinilai sangat strategis sebagai benteng informasi di tengah masyarakat.

"Keberadaan KIM sangat luar biasa dan harus terus kita dorong. Tahun ini program KIM Pinter Digital telah dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat, dan kegiatan di Kabupaten Bandung menjadi pelaksanaan yang kedelapan," katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini telah terbentuk 118 KIM dari total 270 desa dan kelurahan di Kabupaten Bandung. Meski demikian, jumlah tersebut masih perlu terus ditingkatkan agar jangkauan informasi semakin luas.

Bayu juga mengungkapkan tingkat penggunaan internet di Jawa Barat telah mencapai sekitar 86 persen. Kondisi itu menunjukkan internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat yang dapat mendukung berbagai aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan hingga pelayanan publik.

"Internet sekarang menjadi kebutuhan utama. Semua kegiatan bisa dipermudah dengan internet, termasuk dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun masyarakat tetap membutuhkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya," tuturnya.

Dalam mendukung program literasi digital, Diskominfo Jawa Barat menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk KIM, karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus terlibat, termasuk teman-teman KIM yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat," katanya.

Bayu berharap anggota KIM dapat menjadi penyebar informasi yang konstruktif dan membawa manfaat bagi masyarakat.

"Kami mengajak KIM menjadi mata lebah, bukan mata lalat. Mata lebah selalu mencari dan melihat hal-hal baik yang dapat memberikan manfaat. KIM harus menjadi penyebar informasi positif, bukan justru memperbesar hal-hal negatif," tegasnya.

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang keliru memandang KIM sebagai wartawan atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Padahal, KIM merupakan mitra pemerintah yang berperan menyebarluaskan informasi pembangunan dan potensi daerah kepada masyarakat.

Bimtek KIM Pinter Digital juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota KIM dalam bidang literasi digital, memperkuat eksistensi KIM di tingkat desa dan kelurahan, serta mendorong promosi potensi daerah guna mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Asep Tedi
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV