SUARA INDONESIA

Tak Ada Siswa Titipan di SPMB Banjarnegara 2026, Sistem Online Siap Digunakan

Iwan Setiawan - 05 June 2026 | 06:06 - Dibaca 44 kali
Pendidikan Tak Ada Siswa Titipan di SPMB Banjarnegara 2026, Sistem Online Siap Digunakan
Gedung Dindikpora Banjarnegara. Dinas Pendidikan memastikan pelaksanaan SPMB 2026 berjalan transparan, tanpa siswa titipan, serta didukung sistem online dan jaringan internet yang aman. (Foto: Istimewa)

SUARA INDONESIA BANJARNEGARA – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 akan berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan tanpa praktik siswa titipan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP, Doko Harwanto mengatakan, seluruh tahapan SPMB telah dipersiapkan mulai dari penyusunan Petunjuk Teknis (juknis), sosialisasi hingga pelaksanaan pendaftaran yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026.

“Juknis SPMB tahun 2026 sudah ditandatangani oleh Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana dan sosialisasi juga sudah kami lakukan kepada satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama jajaran birokrasi telah berkomitmen menjaga proses penerimaan murid baru agar bersih dari praktik titipan maupun manipulasi.

“Kami sudah berkomitmen mulai dari kepala daerah, birokrasi sampai satuan pendidikan untuk melaksanakan SPMB yang jujur, adil dan terbuka. Tidak ada sifat titipan, tidak ada unsur ketidakjujuran maupun manipulasi,” tegasnya.

Komitmen tersebut nantinya diperkuat dengan penandatanganan fakta integritas yang akan dipasang di lingkungan Dinas Pendidikan sebagai bentuk pengawasan bersama.

Selain itu, pada SPMB 2026 terdapat perubahan aturan dibanding tahun sebelumnya, terutama pada jalur prestasi yang kini memasukkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai salah satu unsur seleksi.

Untuk kuota jalur prestasi ditingkatkan menjadi minimal 25 persen, sedangkan jalur domisili yang sebelumnya minimal 50 persen kini menjadi minimal 40 persen.

“Tambahan kuota itu diharapkan memberi kesempatan kepada anak-anak yang memiliki nilai TKA bagus untuk bisa masuk sekolah yang diinginkan,” katanya.

Terkait pelaksanaan sistem online, pihaknya memastikan jaringan internet dan kesiapan operator di seluruh wilayah Banjarnegara sudah memadai, termasuk di daerah pegunungan.

Meski demikian, potensi kepadatan akses pada hari pertama pendaftaran tetap diantisipasi agar tidak mengganggu proses seleksi.

“Biasanya hanya padat di hari pertama karena banyak yang mengakses bersamaan. Tetapi hari berikutnya sudah kembali lancar dan itu tidak mempengaruhi peluang diterima karena tidak ada sistem siapa cepat dia dapat,” jelasnya.(*)


 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV